Media Sergap -->




Headline

Proyek Drainase Dinas PUPR SDABMBK Jalan Luku II Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Diduga Lahan Korupsi

Medan (Sumut) mediasergap.com - Pemeliharaan Proyek Drainase yang berada di Jalan Luku 2 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Johor Kota Medan Sumatera Utara Dinas PUPR SDABMBK menjadi sorotan tajam. Proyek ini sudah dikerjakan namun menimbulkan pertanyaan publik.

Pasalnya , pengerjaan proyek ini tidak memiliki plang papan proyek yang selayaknya harus haru terpampang dilokasi proyek sebagai transparansi keterbukaan informasi publik. Dengan adanya papan informasi proyek maka masyarakat dapat mengetahui berapa anggaran yang dipakai untuk pengerjaan proyek yang memakai uang rakyat yang bersumber dari pajak rakyat kepada Negara.

Dengan ketidak adanya papan proyek di lokasi proyek diduga sudah menjadi lahan korupsi oleh Dinas terkait,sebab masyarakat tidak mengetahui siapa perusahaan pemenang tender masa hari kerja, volume pengerjaan ,sumber dana dan berapa anggarannya.

Salah seorang warga yang tidak mau namanya dipublikasikan saat ditemui wartawan dilokasi mengatakan bahwa proyek tersebut jelas jelas sudah menjadi lahan korupsi Bidang Drainase PUPR Kota Medan.

"Ini sudah jelas lahan korupsi bang , karena nggak ada plangnya ,seharusnya kan setiap memakai uang negara harus ada plangnya supaya masyarakat tau berapa anggarannya," ungkap warga.

Bahwa proyek yang dibiayai APBN APBD maka wajib harus ada papan proyeknya, dan dasar hukum yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan pemasangan plang papan nama proyek yang sumber dananya dibiayai dari APBN atau APBD ialah sebagai berikut:

UU No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Peraturan Presiden (Perpres) No. 70 Tahun 2012, Tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010, Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

(Permen PU 29/2006) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.

Sementara itu kepala bidang Drainase PUPR SDABMBK Kota Medan Hardi Patuan H Sibarani saat dikonfirmasi Wartawan melalui pesan WhatsApp ya mengatakan akan segera ditelepon pelaksana.

"Nanti pelaksana hubungi ya bang " jawab Kabid.

Ditunggu tunggu hingga berita ini dipublikasikan pihak pelaksana proyek belum ada menelepon untuk memberi keterangan secara resmi. (M)

Bupati Vandiko: Pancasila Bukan Sekadar Seremoni, Harus Menjadi Pedoman Kehidupan


SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Tanah Lapang Pangururan, Kamis (1/10/2026). Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen bersama dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, ASN Pemerintah Kabupaten Samosir, TNI/Polri, serta para pelajar.

Turut hadir Dandim 0210/TU Kiky Hardian, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Samosir.

Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon.

Pembacaan ikrar menjadi bagian dari peneguhan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman.

Bupati Vandiko: Pancasila Harus Dihidupkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat Kabupaten Samosir. Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin memperkuat semangat persatuan, menjaga kebersamaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita,” ujar Vandiko.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Samosir dan Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Perbedaan suku, agama, budaya maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah dan bangsa.

Karena itu, Bupati Vandiko mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak dengan terus menjaga toleransi, memperkuat gotong royong serta membangun semangat kebersamaan.

“Saya berharap seluruh masyarakat Samosir dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaan serta bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Mari kita wariskan semangat Pancasila kepada generasi penerus agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan menjadi landasan dalam membangun Samosir yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan sejumlah lagu perjuangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Samosir menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Melalui semangat tersebut, masyarakat diharapkan terus membangun kehidupan yang harmonis dengan mengedepankan toleransi, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (D/Smart)

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Toba Berlangsung Khidmat, Persatuan Jadi Pesan Utama

TOBA (Sumut) mediasergap.com — Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi Mayjen (Purn) D.I. Panjaitan, Balige, Kamis (01/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan mengangkat semangat mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K. bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Lettu Inf Parulian Sianturi, Danton Yonif 125/Simbisa.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.

Selanjutnya, dilakukan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan kemudian membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

Upacara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh inspektur upacara sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. Suasana semakin khidmat ketika paduan suara SMA Negeri 2 Balige membawakan sejumlah lagu perjuangan pada penghujung upacara.

Turut hadir Kajari Toba Muslih, Ketua Pengadilan Negeri Balige Natalia Silitonga, Pabung Kodim 0210/TU Mayor Arm Guntur Sebayang, Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua Bawaslu Toba Sahat Sibarani, jajaran OPD, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, serta para pelajar.

Sementara itu, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan menegaskan bahwa Ikrar Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai rangkaian kalimat yang dibacakan dalam upacara. Lebih dari itu, ikrar tersebut merupakan komitmen moral yang perlu diwujudkan melalui tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, bekerja, serta mengambil keputusan. Semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengamalkan Pancasila melalui kejujuran, sikap adil, penghormatan terhadap perbedaan, menjaga persatuan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dihidupkan. Sekali kita berikrar, selamanya kita berkomitmen. Merah Putih di dada, Pancasila di jiwa, Indonesia dalam setiap langkah kita," ujar Franshendrik.

Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Toba tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian bagi masyarakat serta daerah. (Ds)

Pemkab Toba Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan, Pusat Pelatihan Olahraga Disiapkan

TOBA (Sumut) mediasergap.com — Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyerahkan hadiah kepada para pemenang perlombaan dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026, Kamis (01/10/2026).

Penyerahan hadiah berlangsung di Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi Mayjen (Anumerta) D.I. Panjaitan, Balige, dan dirangkai dengan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Toba.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah menunjukkan kemampuan dan semangat berkompetisi di bidang olahraga.

Wabup Audi Murphy mengatakan, perlombaan olahraga antarpelajar tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat, kedisiplinan, sportivitas, serta mendorong anak-anak mengembangkan bakat yang dimiliki.

"Kemeriahan kegiatan ini kita harapkan dapat memacu semangat anak-anak kita dalam mengikuti pelajaran di sekolah masing-masing. Hari ini kita memberikan hadiah kepada para juara yang kita rangkai dengan Hari Kesaktian Pancasila," ujarnya.

Perlombaan yang digelar pada 28–30 September 2026 tersebut diikuti pelajar tingkat SD dan SMP. Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, meliputi senam tingkat SD dan SMP, mini soccer SMP, atletik kids putra dan putri, bola voli putra dan putri, margala putri, serta catur.

Para pemenang mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

Sementara itu, SMP Negeri 4 Laguboti kembali berhasil menjadi juara umum untuk kedua kalinya. Prestasi tersebut menjadi salah satu gambaran konsistensi pembinaan olahraga di lingkungan sekolah.

Wabup Toba berharap prestasi yang diraih para pelajar dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu berprestasi pada kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Toba Donny Raymond Simamora mengatakan, kegiatan olahraga antarpelajar akan terus diprogramkan setiap tahun.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus mengukur kemampuan melalui pertandingan yang sehat dan sportif.

Selain pelaksanaan kompetisi, Pemkab Toba juga berencana mendorong pembinaan atlet secara lebih berkelanjutan, termasuk melalui usulan pembentukan pusat pelatihan olahraga daerah serta dukungan penganggaran.

"Tidak tertutup kemungkinan para atlet dengan prestasi yang hebat ini dapat memiliki masa depan yang lebih baik melalui olahraga," ujarnya.

Semangat dan kebahagiaan juga dirasakan para pelajar yang berhasil meraih prestasi. Siti Fatwa Damanik (13) dan Kristiani Panjaitan (14), siswi UPTD SMP Negeri Tampahan, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan sekaligus meraih juara III cabang senam tingkat SMP.

Keduanya mengungkapkan telah menjalani latihan selama lebih dari satu bulan sebagai persiapan menghadapi perlombaan.

"Perlombaannya seru. Kami latihan sekitar satu bulan lebih," ujar keduanya.

Guru pendamping, Helmi Debby Siahaan, berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan motivasi berprestasi.

Ia juga menilai dukungan guru dan sekolah menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, mulai dari menemukan bakat hingga mendampingi siswa menjalani latihan dan mengikuti kompetisi.

Menurutnya, sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar potensi olahraga yang dimiliki pelajar Toba dapat berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang. (Ds)

Toba Siapkan Dua Kawasan untuk Pengembangan Kampung Kreatif Sumut Berkah

TOBA (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan kawasan wisata berbasis kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengajuan dua proposal dalam program Kampung Kreatif Sumut Berkah.

Dua proposal yang diajukan Pemkab Toba tersebut masing-masing mengusung konsep pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS) Asahan sebagai ruang wisata, plaza pedestrian dan pusat ekonomi kreatif masyarakat di Kelurahan Parparean III, Kecamatan Porsea, serta pembangunan objek wisata di Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige.

Pemaparan kedua proposal tersebut disampaikan Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus di hadapan Tim Penilai Provinsi Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026), yang berlangsung di Lantai IV Kantor Bupati Toba.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menjelaskan berbagai potensi serta faktor pendukung yang dimiliki kedua lokasi tersebut. Menurutnya, kawasan DAS Asahan di Kelurahan Parparean III memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan sejumlah fasilitas publik serta berada di jalur lintas.

"Kalau yang di Porsea, itu sangat dekat kantor polisi dan rumah sakit. Artinya, dari sisi keamanan dan kenyamanan sangat mendukung. Itu juga berada di tepi jalan lintas, akan menjadi ikon yang baru," ujar Audi Murphy.

Sementara untuk lokasi di Desa Lumban Gaol, Pemkab Toba melihat adanya peluang pengembangan kawasan wisata yang dapat terintegrasi dengan aktivitas pariwisata dan akomodasi yang sedang berkembang di wilayah tersebut.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa pembangunan hotel yang saat ini sedang berlangsung di Desa Lumban Gaol menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan objek wisata di kawasan tersebut.

"Jadi nanti tamu hotel itu akan punya tempat bersantai, tempat untuk dikunjungi di sekitar hotel," katanya.

Audi Murphy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas hadirnya program Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dinilai dapat membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan potensi daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kolaborasi Sumut Berkah ini tentu akan memberi dampak ekonomi masyarakat. Kabupaten Toba sangat siap untuk program ini, mulai dari ketersediaan lokasi hingga pengelolaan," ujarnya.

Sementara itu, LO Tim Penjaringan Program Sumut Berkah, Eko Irawan, menyampaikan bahwa Kabupaten Toba memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan program tersebut.

Menurutnya, kesiapan Pemkab Toba terlihat dari pemaparan yang disampaikan, termasuk kejelasan konsep pengembangan, masterplan hingga rencana anggaran biaya (RAB).

"Tadi dari apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati, masterplan-nya sudah jelas, RAB-nya sudah jelas, semua sudah bagus. Jadi sangat berpeluang," kata Eko.

Melalui pengajuan dua proposal tersebut, Pemkab Toba berharap pengembangan kawasan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan sehingga kawasan wisata tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya. (Ds)

Kapolres Binjai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Polres Binjai beserta jajaran melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kota Binjai, Kamis (01/10/2026) pukul 07.30 WIB.

Upacara tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober sekaligus mengenang peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan Gerakan 30 September 1965.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H.,.

Dalam pelaksanaan upacara, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh IPTU Rubin Ginting, sedangkan pembacaan Ikrar dilakukan oleh IPDA Ardi, A.MK.

Upacara diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek serta seluruh personel Polres Binjai dan Polsek jajaran.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Rina)

(Sumber: Humas Res Binjai)

Peringatan Wafat D.I. Panjaitan Jadi Momentum Kenalkan Sejarah kepada Generasi Muda

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu memimpin upacara peringatan hari wafat Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta Donald Isaac Panjaitan (D.I. Panjaitan) di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/09/2026).

Upacara yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku” tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk mengenang jasa, perjuangan, dan pengorbanan D.I. Panjaitan dalam mempertahankan Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai inspektur upacara, Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu melakukan peletakan karangan bunga di monumen D.I. Panjaitan. Rangkaian penghormatan kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga bersama unsur Forkopimda dan keluarga besar D.I. Panjaitan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Letjen TNI (Purn) Hot Mangaraja Panjaitan, yang merupakan putra D.I. Panjaitan, menyampaikan rasa bangga dan syukur karena perjuangan ayahnya terus dikenang dan diperingati setiap tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan secara virtual dalam rangkaian upacara peringatan wafat D.I. Panjaitan.

“Saya merasa bangga dan bersyukur bahwa perjuangan beliau tidaklah sia-sia. Beliau masih tetap diingat dan diperingati setiap tahunnya,” ujar Hot Mangaraja Panjaitan.

Menurutnya, pengorbanan D.I. Panjaitan memberikan pelajaran penting bagi generasi penerus mengenai pengabdian kepada bangsa dan negara serta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ia juga mengajak generasi penerus untuk mengambil nilai keteladanan dari sosok D.I. Panjaitan, khususnya semangat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

“Apabila ada seorang putra dari Lumban Tor, putra dari Kabupaten Toba yang rela mengorbankan nyawanya, sudah sepantasnya bagi kita mengingat pelajaran yang beliau tinggalkan agar kita memberikan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.

Hot Mangaraja juga menyampaikan penghargaan dan rasa bangganya sebagai bagian dari Kabupaten Toba serta komitmennya untuk menjaga kehormatan tanah kelahiran dan nama baik orang tuanya.

Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mengajak keluarga besar D.I. Panjaitan dan seluruh pihak untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan serta melestarikan sejarah dan budaya yang diwariskan oleh para pahlawan.

“Kiranya kita bisa berkolaborasi bersama keluarga untuk mewujudkan impian yang bisa kita kolaborasikan,” kata Effendi saat berkomunikasi secara virtual dengan Hot Mangaraja Panjaitan.

Bupati berharap peringatan hari wafat D.I. Panjaitan dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Revolusi tersebut.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata penghormatan, penghargaan dan rasa cinta mendalam atas pengorbanan jiwa raga yang telah diberikan almarhum demi tetap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI,” ujar Effendi.

Effendi mengaku terharu sejak pertama kali hadir di lokasi hingga rangkaian upacara selesai. Menurutnya, keberadaan D.I. Panjaitan sebagai Pahlawan Revolusi merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Toba.

“Tidak semua daerah punya Pahlawan Revolusi. Karena itu, kalau bisa peringatan wafat ini bergulir setiap tahun. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keteguhan dan keberanian D.I. Panjaitan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara menjadi bagian penting dari sejarah yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Menurutnya, keteladanan tersebut merupakan warisan berharga dari tanah Toba yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana kegiatan, Janner Sitorus dari Forum Martabe Sigurs (Formasi), dalam laporannya menyampaikan bahwa keberadaan Formasi salah satunya bertujuan mendorong kemajuan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah yang ada di daerah.

Pelaksanaan peringatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda penghormatan terhadap jasa pahlawan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah.

Arta Siagian dan Tumpal Panjaitan yang mewakili keluarga besar D.I. Panjaitan turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Toba.

Peringatan hari wafat D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat menjaga persatuan, Pancasila, dan keutuhan NKRI.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Lubis, Pabung 0210/TU, Forkopimcam Silaen, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, serta undangan lainnya. (Ds)

Kunjungi STT Reformed Injili Lumbantor, Bupati Toba Buka Ruang Dukungan Pengembangan Pendidikan

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mengapresiasi keberadaan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Reformed Injili Lumbantor di Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat mengunjungi STT Reformed Injili Lumbantor, Rabu (30/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung aktivitas pendidikan sekaligus berdialog dengan pengelola, dosen, dan mahasiswa.

Bupati Effendi menyampaikan bahwa keberadaan STT Reformed Injili Lumbantor menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan teologi. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tersebut juga menjadi kebanggaan karena lahir dari inisiatif keluarga besar Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

“D.I. Panjaitan kan bukan hanya milik Toba. Jadi nanti kita lihat momennya, kalau ada kegiatan di sini kita bersama kepala daerah lain juga tahu bahwa ini ada dan didirikan oleh keluarga D.I. Panjaitan. Ini menjadi kebanggaan kita karena ini inisiatif dari keluarga besar,” ujar Bupati Effendi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Toba mendukung keberadaan dan pengembangan STT Reformed Injili Lumbantor sesuai dengan ketentuan serta kewenangan pemerintah daerah.

Bupati juga membuka ruang komunikasi dengan pihak pengelola STT untuk mengetahui berbagai kebutuhan dan hal-hal yang dapat dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dalam rangka mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan tersebut.

STT Reformed Injili Lumbantor berada di bawah naungan Yayasan Herman Opul Panjaitan (HOP) yang telah berdiri sejak 2003.

Saat ini, STT tersebut memiliki 21 mahasiswa yang berasal dari berbagai denominasi gereja. Sebagai sekolah pendeta berasrama, STT Reformed Injili Lumbantor menyelenggarakan pendidikan selama empat tahun dengan tujuan menghasilkan lulusan bergelar Sarjana Teologi.

Keberadaan lembaga pendidikan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pendidikan formal di bidang teologi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Dosen Bidang Akademik dan Humas STT Reformed Injili Lumbantor, Desman Boys Pandjaitan, mengapresiasi kunjungan Bupati Toba.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan keterbukaan Bupati dalam mendengarkan kebutuhan serta perkembangan STT Reformed Injili Lumbantor.

“Sangat kagum karena Pak Bupati mau datang dan Pak Bupati tadi menyuruh datang untuk berbicara apa yang bisa dibantu. Terima kasih karena sudah sangat terbuka,” kata Desman.

Kunjungan Bupati Toba disambut langsung Ketua STT Reformed Injili Lumbantor, Tulus Nasution, didampingi Yusuf Sumitro Pasaribu yang juga merupakan dosen di STT tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog dengan sejumlah mahasiswa mengenai pengalaman selama mengikuti pendidikan di STT Reformed Injili Lumbantor.

Salah seorang mahasiswa, Arthur Richard Panjaitan (24), yang saat ini duduk di Semester 9, menyampaikan harapannya agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan studinya.

“Harapan saya semoga dapat menyelesaikan studi di sini dan mendapat pekerjaan yang mapan,” ujar Arthur.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Toba untuk melihat secara langsung keberadaan serta perkembangan lembaga pendidikan yang berada di wilayah Kabupaten Toba.

Pemerintah daerah berharap keberadaan STT Reformed Injili Lumbantor dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, kompetensi, serta nilai-nilai pelayanan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Hadir mendampingi Bupati Toba, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tumpal Panjaitan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rikardo Hutajulu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Harrizon Hutabarat, Kepala Bagian Prokopim Tri Sutrisno Samosir, serta Camat Silaen Lambok Silaen. (Ds)

Pemkab dan DPRD Samosir Sepakati P-APBD 2026, Anggaran Naik Jadi Rp 838 Miliar Lebih


SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com — Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Samosir resmi menyepakati dan menetapkan dua Peraturan Daerah (Perda) strategis, yakni Perda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2026 serta Perda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut).

Persetujuan bersama kedua Perda tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, dan Wakil Ketua DPRD Sarhockel Tamba dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Samosir, Rabu (30/09/2026).

Penetapan kedua Perda dilakukan setelah seluruh fraksi DPRD Kabupaten Samosir menyatakan persetujuan terhadap kedua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda.

Hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Pabung Samosir T. Siringoringo, perwakilan Bank Sumut, para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir.

Melalui perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, struktur APBD Kabupaten Samosir mengalami penambahan lebih dari Rp62 miliar, dari sebelumnya sekitar Rp776 miliar lebih menjadi Rp838 miliar lebih.

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dengan perkembangan kebijakan pemerintah serta kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasip Simbolon menjelaskan bahwa P-APBD 2026 telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah di atasnya, termasuk adanya penambahan dana transfer.

Dengan penyesuaian tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat dengan tetap memperhatikan skala prioritas pembangunan.

Selain P-APBD 2026, Pemkab Samosir dan DPRD juga menetapkan Perda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Bank Sumut.

Melalui Perda tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir menargetkan penyertaan modal hingga tahun 2030 mencapai lebih dari Rp49 miliar.

Kebijakan penyertaan modal tersebut diarahkan untuk memperkuat kepemilikan saham daerah pada Bank Sumut sekaligus mendukung penguatan kapasitas fiskal dan perekonomian daerah.

Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyampaikan dukungan DPRD terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, penguatan kepemilikan saham daerah pada Bank Sumut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Berbagai saran dan masukan selama pembahasan hendaknya menjadi bahan dalam pelaksanaan pembangunan ke depan,” kata Nasip.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Samosir yang telah bersama-sama menyelesaikan pembahasan kedua Ranperda hingga mencapai kesepakatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Samosir sehingga pembahasan kedua Ranperda ini dapat dirampungkan dan disepakati,” ujar Vandiko.

Menurutnya, selama proses pembahasan P-APBD 2026 dan Ranperda Penyertaan Modal Daerah pada Bank Sumut, terdapat berbagai dinamika serta masukan yang berkembang. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menyamakan pandangan agar kebijakan anggaran yang ditetapkan tetap aspiratif dan mampu mendukung pembangunan daerah.

“Kami sudah menyimak berbagai masukan dari DPRD. Semua itu menjadi bagian dari upaya untuk kemajuan dan pemantapan pembangunan Samosir yang lebih baik,” katanya.

Vandiko menegaskan, P-APBD 2026 dan Perda Penyertaan Modal Daerah pada Bank Sumut yang telah ditetapkan menjadi landasan hukum dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.

Ia berharap seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kedua Ranperda ini dapat diselenggarakan dengan baik. Semoga seluruh amanah yang diberikan masyarakat dapat terlaksana demi mewujudkan Samosir yang Unggul, Inklusif dan Berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menekankan pentingnya segera menindaklanjuti program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam P-APBD 2026.

Menurutnya, waktu pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang tersisa cukup terbatas sehingga perangkat daerah perlu memastikan program dapat direalisasikan secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Ia juga menyampaikan bahwa persetujuan bersama kedua Ranperda telah dilaksanakan sesuai tahapan dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nasip berharap ketepatan waktu dalam pembahasan dan penetapan APBD dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan ditetapkannya kedua Perda tersebut, Pemkab Samosir dan DPRD Kabupaten Samosir selanjutnya memiliki landasan dalam melaksanakan kebijakan anggaran serta penguatan penyertaan modal daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD diharapkan terus terjaga agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, ketentuan yang berlaku, serta menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Potensi Wisata Natolu Tali Didorong Jadi Destinasi Sejarah dan Budaya di Toba

TOBA (Sumut) mediasergap.com – Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu mendorong masyarakat Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, untuk terus mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya yang terdapat di kawasan Monumen Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Toba saat menghadiri peringatan hari wafatnya Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan di Kompleks Monumen D.I. Panjaitan, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (30/09/2026).

Bupati menilai kawasan perkampungan keluarga D.I. Panjaitan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Toba. Karena itu, masyarakat dan keluarga besar D.I. Panjaitan diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menata dan mengembangkan kawasan tersebut.

“Kecamatan kita ini punya potensi wisata. Wisata sejarah atau wisata budaya yang akan kita kembangkan, silakan. Termasuk juga jika keluarga berkenan ini menjadi lokasi wisata sejarah atau budaya. Apa yang bisa disupport dari pemerintah supaya nanti jika sudah terjalin koordinasi dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan awal dalam waktu dekat,” ujar Bupati Effendi.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana potensi sejarah, budaya, dan lingkungan yang ada dapat dikelola secara baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Potensi pengembangan kawasan tersebut juga mendapat perhatian dari Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Sylvia Rosita Lubis.

Sylvia mengapresiasi keberadaan sejumlah bangunan yang telah dibangun keluarga besar D.I. Panjaitan, termasuk homestay yang berada di lingkungan perkampungan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada homestay yang luar biasa, bagus sekali. Sangat takjub sekali. Tadi kami dapat informasi homestay ini baru dibangun setahun yang lalu oleh keluarga besar almarhum Bapak D.I. Panjaitan,” ungkapnya.

Menurut Sylvia, keberadaan homestay tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata sejarah D.I. Panjaitan.

“Tidak mungkin kita biarkan homestay ini hanya berdiri saja, tetapi merupakan tugas kita juga untuk mempromosikannya sebagai destinasi dari Monumen D.I. Panjaitan dan homestay di lingkungan ini,” katanya.

Ia juga mengapresiasi penataan lingkungan yang dilakukan keluarga besar D.I. Panjaitan di Desa Natolu Tali.

Keasrian kawasan dengan keberadaan Ruma Batak dan Sopo Batak menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Bangunan tersebut didominasi ornamen dan motif gorga Batak, dikelilingi pepohonan, serta berada di kawasan yang menyuguhkan pemandangan hamparan persawahan.

Perpaduan tersebut memberikan suasana yang nyaman bagi pengunjung sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai destinasi yang memadukan sejarah perjuangan bangsa, budaya Batak, dan keindahan alam pedesaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, yang mewakili keluarga D.I. Panjaitan, menjelaskan bahwa penataan kawasan perkampungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menata kembali kampung halaman keluarga Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta D.I. Panjaitan.

Menurutnya, pembangunan monumen dan museum di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar, agar lebih mengenal sosok, profil, serta perjuangan D.I. Panjaitan sebagai salah satu Pahlawan Revolusi.

Selain fungsi edukasi, kawasan tersebut juga diarahkan untuk dapat berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Di lokasi perkampungan ini saat ini tujuh rumah adat Batak telah selesai dibangun. Pada Oktober 2026 direncanakan pembangunan dan renovasi rumah keluarga. Semoga dapat dituntaskan secara bertahap,” kata Tumpal.

Pengembangan kawasan Natolu Tali diharapkan dapat memperkuat pelestarian nilai sejarah dan budaya sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Toba.

Dengan dukungan pemerintah, keluarga besar D.I. Panjaitan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya, kawasan tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang edukasi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya yang memperkenalkan warisan Batak dan kisah perjuangan Pahlawan Revolusi kepada generasi mendatang. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport