Media Sergap -->




Headline

Piala Bupati Samosir U-17 2026 Sukses Digelar, Vandiko Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.comTurnamen Sepak Bola Piala Bupati Samosir U-17 Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan piala kepada SMA N-1 Simanindo yang tampil sebagai juara pertama setelah memenangkan partai final menghadapi Bintang Muda Samosir (BMS) FC di Lapangan Sepak Bola Ambarita, Kecamatan Simanindo, Minggu (23/8/2026).

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Piala Bupati Samosir U-17 tidak sekadar menjadi kompetisi sepak bola, tetapi juga diarahkan sebagai wadah pembinaan, penjaringan, dan pengembangan bibit atlet muda potensial di Kabupaten Samosir.

Melalui kompetisi usia muda tersebut, para pemain mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, belajar bekerja sama, sekaligus menumbuhkan sportivitas dan semangat meraih prestasi sejak dini.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang turnamen. Ribuan penonton memadati Lapangan Sepak Bola Ambarita untuk memberikan dukungan kepada para pemain hingga pertandingan final berlangsung.

Sebelum partai puncak, pertandingan perebutan posisi ketiga mempertemukan Barca Samosir dengan Parbaba FC. Dalam laga tersebut, Barca Samosir berhasil menempati peringkat ketiga, sementara Parbaba FC berada di posisi keempat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, ofisial, panitia, penonton, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen dapat berlangsung lancar sejak pertandingan pertama hingga babak final.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh para pemain selama mengikuti kompetisi dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.

“Selamat kepada seluruh pemenang dan semoga pertandingan ini menjadi motivasi bagi adik-adik sekalian untuk terus mengembangkan bakat dan karier ke depan,” ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan salah satu bagian penting dalam membangun sumber daya manusia di Kabupaten Samosir.

Pemerintah daerah, katanya, tidak hanya berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur dan sektor fisik, tetapi juga berupaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menyalurkan minat dan bakat, serta meraih prestasi.

Karena itu, Vandiko mengajak para pemuda Samosir memanfaatkan berbagai kegiatan positif sebagai sarana mengembangkan diri sekaligus menjauhkan diri dari berbagai pengaruh negatif.

“Saya berharap anak-anak muda Kabupaten Samosir dapat menyalurkan hobinya dan mengisi kegiatan sehari-hari dengan hal-hal positif supaya terhindar dari hal-hal negatif seperti peredaran narkoba, kenakalan remaja dan lainnya,” tegasnya.

Bupati Vandiko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung penyelenggaraan Piala Bupati Samosir U-17 Tahun 2026.

Dukungan tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, PT Bank Sumut sebagai sponsor utama, serta para sponsor dan pihak lainnya.

“Terima kasih kepada panitia dan seluruh stakeholder yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini mulai dari awal hingga penutupan, sehingga seluruh rangkaian berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan turnamen tersebut merupakan hasil kerja bersama. Kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting agar kegiatan pembinaan olahraga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ketua KONI Kabupaten Samosir Rismawati Simarmata menilai penyelenggaraan Piala Bupati Samosir U-17 memiliki arti penting bagi pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia muda.

Ia berharap turnamen tersebut dapat terus digelar setiap tahun sehingga menjadi wadah yang konsisten dalam menjaring dan mengembangkan atlet-atlet muda potensial dari berbagai wilayah di Kabupaten Samosir.

“Melalui olahraga, kita tidak hanya sehat, tetapi juga mempererat persatuan. Saya mengajak seluruh pemuda Samosir agar terus berlatih dan berprestasi untuk mengharumkan nama Kabupaten Samosir,” ujarnya.

Dalam turnamen tersebut, SMA N-1 Simanindo sebagai juara pertama menerima Piala Bergilir Bupati Cup U-17 2026, medali, sertifikat, serta uang pembinaan sebesar Rp.15 juta.

BMS FC yang menempati posisi runner-up menerima uang pembinaan sebesar Rp.10 juta. Sementara Barca Samosir sebagai juara ketiga memperoleh Rp.8 juta, sedangkan Parbaba FC yang menempati posisi keempat menerima Rp.6 juta.

Forkopimda Kabupaten Samosir turut memberikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian pertandingan sekaligus menyampaikan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi.

Turut hadir dalam penutupan turnamen, Anggota DPRD Samosir Juliana Pardede, Kepala Sub Seksi Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksekusi Kejaksaan Negeri Samosir Bungaran Modana Hutajulu, Wakapolres Samosir Manumpak Sitorus, Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata, Kepala Bank Sumut Cabang Pangururan Adi Nikson Marbun, Asisten I Tunggul Sinaga, Kepala Badan Kesbangpol sekaligus Plt. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan, pimpinan OPD lainnya, serta Camat Simanindo Erwin Sidabutar.

Berakhirnya Piala Bupati Samosir U-17 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga di Kabupaten Samosir.

Dengan kompetisi yang konsisten, dukungan pemerintah, KONI, masyarakat, dan berbagai stakeholder, para atlet muda diharapkan memiliki ruang yang semakin luas untuk berkembang, berprestasi, serta membawa nama Kabupaten Samosir ke tingkat yang lebih tinggi. (D/Smart)

Sekdakab Toba Minta OPD Percepat Serapan Anggaran untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

TOBA (Sumut) mediasergap.com Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (24/8/2026).

Dalam arahannya, Paber menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2026.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera melakukan evaluasi terhadap program yang belum berjalan optimal serta mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, termasuk penyerapan anggaran.

“Saya meminta seluruh OPD agar penyerapan anggaran tahun 2026 ini dipercepat,” tegas Paber.

Menurutnya, percepatan realisasi program dan anggaran bukan hanya berkaitan dengan pencapaian target administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memastikan program yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Toba.

Paber mengatakan kondisi perekonomian daerah menjadi perhatian bersama. Ia menyinggung tekanan ekonomi yang tercermin dari angka pertumbuhan sebesar 0,05 % serta meningkatnya pengangguran yang antara lain dikaitkan dengan penutupan TPL.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan respons pemerintah melalui langkah-langkah yang mampu mendorong kembali geliat perekonomian daerah.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Toba harus menyikapi bagaimana geliat perekonomian di Kabupaten Toba harus semakin ditingkatkan. Saya menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar mempercepat pelaksanaan kegiatan dan program yang telah direncanakan pada tahun 2026,” lanjut Paber.

Ia berharap percepatan pelaksanaan program pemerintah dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tengah masyarakat, khususnya melalui kegiatan pembangunan dan pelayanan yang melibatkan masyarakat maupun pelaku usaha lokal.

Paber juga mengingatkan agar realisasi penyerapan anggaran terus dipantau sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Ia menyebut penyerapan anggaran idealnya sudah berada pada kisaran 60 %.

Untuk itu, pimpinan OPD diminta tidak menunggu hingga akhir tahun untuk mengejar target, melainkan melakukan langkah percepatan sejak dini dengan tetap memperhatikan ketentuan dan tata kelola pemerintahan yang berlaku.

Selain persoalan pelaksanaan program dan anggaran, Sekdakab Toba juga mengingatkan seluruh ASN mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kerja.

Menurutnya, kebersihan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial pada waktu-waktu tertentu. Kebersihan harus menjadi bagian dari budaya dan kesadaran bersama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya pada kesempatan ini menekankan kepada seluruh OPD bahwa faktor kebersihan itu adalah bagaimana kita memupuk kesadaran kita sendiri. Bagaimana kita memberikan contoh kepada masyarakat, sementara di lingkungan kita kesadaran terhadap kebersihan masih sangat rendah,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah mulai membangun kebiasaan menjaga kebersihan dari lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, kantor pemerintahan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat.

“Untuk itu mari kita perhatikan kebersihan kita, bukan hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tetapi harus dilaksanakan secara rutin dan kontinu, sehingga tercipta lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat,” pungkasnya.

Melalui apel gabungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan, percepatan pelaksanaan program, optimalisasi anggaran, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Percepatan program yang dibarengi dengan tata kelola yang baik diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung tercapainya target pembangunan Kabupaten Toba tahun 2026. (Ds)

Pentahbisan 59 Pendeta HKBP, Bupati Toba Ajak Gereja dan Pemerintah Perkuat Karakter Generasi Muda

TOBA (Sumut) mediasergap.com Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menghadiri Pentahbisan 59 Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berlangsung di Gereja HKBP Ressort Silaen, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Minggu (23/8/2026).

Pentahbisan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Ompu i Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal HKBP, para kepala departemen HKBP, serta jajaran pimpinan gereja dari sejumlah distrik.

Momentum pentahbisan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Toba. Bupati Effendi menyampaikan ucapan selamat kepada 59 pendeta yang ditahbiskan sekaligus memberikan penghargaan kepada keluarga yang telah mendukung dan mempersembahkan anak-anak mereka untuk menjalani panggilan pelayanan.

Menurut Effendi, pentahbisan bukan sekadar prosesi keagamaan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjalankan panggilan pelayanan, menyampaikan firman Tuhan, serta menghadirkan keteladanan di tengah jemaat dan masyarakat.

“Selamat kepada para orang tua yang telah berhasil menyekolahkan dan mempersembahkan anaknya menjadi pelayan atau parhobas di tengah jemaat maupun masyarakat. Semoga para pendeta yang ditahbiskan hari ini senantiasa setia dalam panggilan iman dan menjadi panutan di tengah keluarga, jemaat maupun masyarakat,” ujar Effendi.

Bupati Toba menilai peran gereja dan para pendeta semakin strategis di tengah perkembangan teknologi digital yang berlangsung begitu cepat.

Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan, khususnya bagi generasi muda. Karena itu, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan moral, pendampingan keluarga, pendidikan karakter, serta nilai-nilai keagamaan.

Menurut Effendi, gereja memiliki posisi penting dalam membantu generasi muda menghadapi berbagai perubahan tersebut. Kehadiran para pendeta dan pelayan gereja di tengah jemaat diharapkan tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kepedulian sosial generasi penerus.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Toba mengajak para pendeta dan seluruh pelayan gereja memperkuat kolaborasi dalam merangkul masyarakat, terutama generasi muda.

“Kita berharap para pelayan gereja bersama pemerintah dapat merangkul jemaat, khususnya generasi muda, sehingga mereka memiliki moral dan karakter yang mencerminkan iman kekristenan,” katanya.

Selain penguatan karakter generasi muda, Bupati Effendi juga mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Kabupaten Toba.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keberhasilan pembangunan membutuhkan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan komunitas keagamaan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, gereja dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Effendi berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Toba sesuai dengan visi “Toba Mantap.”

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba juga menyampaikan apresiasi kepada HKBP yang telah memilih Gereja HKBP Ressort Silaen sebagai lokasi pelaksanaan Pentahbisan 59 Pendeta.

Menurut Bupati, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus catatan penting bagi masyarakat Silaen dan Kabupaten Toba.

Momentum tersebut tidak hanya memperkuat kehidupan pelayanan gereja, tetapi juga menunjukkan bahwa Kabupaten Toba terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan dan kehidupan spiritual masyarakat Batak.

Turut mendampingi Bupati Toba dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Kepala Dinas Kominfo Tumpal Panjaitan, Kepala Disbudpora Rikkardo Hutajulu, Kepala Bapperida Maradu Napitupulu, Kabag Kesra Tanda Dongoran, Kabag Umum Ansel Naibaho, serta Camat Silaen Lambok Silaen.

Sementara dari jajaran HKBP hadir Praeses HKBP Distrik IV Toba Pdt. Ebsan Hutabarat, M.Th., Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan Pdt. Marganda Lubis, S.Th., M.I.Kom., serta Pimpinan HKBP Ressort Silaen Pdt. Pesta Sunaria Pasaribu bersama seluruh parhalado HKBP.

Pentahbisan 59 pendeta tersebut menjadi momentum penting bagi HKBP sekaligus memperkuat harapan akan semakin besarnya kontribusi gereja dalam membangun kehidupan spiritual, sosial, dan karakter masyarakat.

Di tengah derasnya perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital, sinergi antara gereja, pemerintah, keluarga dan masyarakat diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam membentuk generasi muda Kabupaten Toba yang beriman, berkarakter, bertanggung jawab, serta siap menjadi bagian dari pembangunan daerah. (Ds)

Grafindo FC Juara Matador Cup I, Bupati Toba Dorong Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan

TOBA (Sumut) mediasergap.com Bupati Toba Effendi SP Napitupulu resmi menutup Turnamen Sepak Bola Matador Cup I yang digelar di Lapangan Bola Tangsi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Minggu (23/8/2026).

Penutupan turnamen perdana tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum untuk mengapresiasi perjuangan seluruh tim yang telah berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas. Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan kepada empat tim terbaik yang berhasil mencapai babak akhir.

Grafindo FC keluar sebagai juara pertama setelah tampil konsisten dan menunjukkan performa terbaik sepanjang turnamen. Atas pencapaiannya tersebut, Grafindo FC berhak menerima trofi serta uang pembinaan sebesar Rp.7 juta.

Posisi runner-up ditempati Persebka Ajibata dengan hadiah trofi dan uang pembinaan sebesar Rp.5 juta. Sementara itu, Toba Marsada meraih peringkat ketiga dan memperoleh uang pembinaan Rp.3 juta, sedangkan Kang Pompa berada di posisi keempat dengan hadiah Rp.1,5 juta beserta trofi.

Bupati Toba Effendi SP Napitupulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia penyelenggara, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Matador Cup I dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, kompetisi sepak bola tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga ajang ini menjadi pertanda baik bagi kemajuan dan perkembangan sepak bola di Tanah Batak ke depannya. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan sportivitas, pembinaan pemain muda, dan semangat persaudaraan,” ujar Effendi.

Ia berharap Matador Cup tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola di Kabupaten Toba.

Menurutnya, turnamen lokal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kepada pemain, khususnya generasi muda, untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.

Pemerintah Kabupaten Toba, lanjutnya, juga mendorong agar berbagai kompetisi olahraga di daerah dapat menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit pemain potensial.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para pemain muda diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga dapat membawa nama Kabupaten Toba dan Tanah Batak ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

“Yang terpenting adalah bagaimana turnamen seperti ini dapat melahirkan pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan, karakter, disiplin dan semangat untuk terus berkembang,” katanya.

Selain menjadi sarana kompetisi dan pencarian bakat, Matador Cup I juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati pertandingan sepak bola dalam suasana yang penuh semangat, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan daerah, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Toba Candro Manurung, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rikardo Hutajulu, Kepala Dinas PMDPPA Melati Silalahi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Natalia Silitonga, Sekretaris Dinas PUTR Januar Yopie Butar Butar, Camat Laguboti Linda Simangungsong, Camat Ajibata Mangapul Manurung, Kepala Bagian Umum Setdakab Toba Ansel Naibaho, serta Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Marihot Simanjuntak.

Berakhirnya Matador Cup I diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat olahraga yang telah tumbuh, melainkan menjadi awal bagi penyelenggaraan kompetisi yang lebih baik dan lebih besar di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Toba berharap turnamen serupa dapat terus berkembang sebagai bagian dari pembinaan olahraga daerah, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berprestasi dan memperkuat persaudaraan serta kebersamaan masyarakat Kabupaten Toba. (Ds)

Sekdakab Toba Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dengan Balai POM untuk Pelayanan Publik yang Berintegritas

Balige (Sumut) mediasergap.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, menghadiri Pencanangan Pembangunan Zona Integritas sekaligus Forum Konsultasi Publik terkait penyusunan Standar Pelayanan Publik Balai POM di Toba Tahun 2026, yang digelar di Sapadia Villa Lumban Silintong, Balige, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Paber Napitupulu menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba siap memperkuat kolaborasi dengan Balai POM di Toba, khususnya dalam pengawasan obat dan makanan serta peningkatan integritas pelayanan birokrasi di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Toba siap berkomitmen penuh untuk mendukung dan bersinergi dalam pengawasan obat dan makanan serta penegakan integritas pelayanan birokrasi di wilayah Kabupaten Toba. Kami siap menjadi mitra strategis Balai POM di Toba dalam hal pengawasan obat dan makanan sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujar Paber.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Balai POM memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan pengawasan obat dan makanan dapat berjalan secara efektif.

Paber menambahkan, pelaksanaan pencanangan Zona Integritas dan Forum Konsultasi Publik diharapkan mampu mendorong penyelenggaraan pelayanan publik yang semakin berkualitas, efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Hal tersebut tentunya tetap berpedoman kepada Inpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, yang pada akhirnya bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, sejumlah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat antara lain pertukaran data dan informasi, koordinasi hasil pengawasan, pembinaan kepada pelaku usaha dan masyarakat, tindak lanjut atas rekomendasi hasil pengawasan, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan pengawasan obat dan makanan di daerah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Toba, M. Sony Mughofir, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Zona Integritas Menuju Pelayanan Publik yang Prima dan Berintegritas.”

Sony menjelaskan, Balai POM di Toba sebelumnya merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM dengan nama Loka POM di Kabupaten Toba. Pada tahun 2026, lembaga tersebut bertransformasi menjadi Balai POM di Toba dengan cakupan wilayah pengawasan yang meliputi sembilan Kabupaten/Kota.

“Awalnya kami adalah UPT Badan POM yang bernama Loka POM di Kabupaten Toba. Tahun 2026 kami bertransformasi menjadi Balai POM di Toba dengan wilayah pengawasan sembilan Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Menurut Sony, transformasi tersebut harus diikuti dengan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya melalui pencanangan pembangunan Zona Integritas sebagai bentuk kesungguhan dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

“Transformasi kami diikuti dengan sebuah komitmen nyata melalui kegiatan pencanangan Zona Integritas. Pada prinsipnya, pelayanan publik itu adalah untuk seluruh masyarakat sehingga seluruh pelayanan yang kami berikan seharusnya memang harus transparan,” paparnya.

Melalui Forum Konsultasi Publik, berbagai masukan dan saran dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan Balai POM di Toba.

Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah, Balai POM, pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun standar pelayanan publik yang semakin baik.

Dengan adanya pencanangan Zona Integritas dan Forum Konsultasi Publik ini, sinergi lintas sektor diharapkan semakin kuat sehingga pelayanan publik di bidang pengawasan obat dan makanan dapat berlangsung secara transparan, profesional, berintegritas, serta benar-benar memberikan perlindungan dan manfaat bagi masyarakat. (Ds)

Gebyar HUT RI Ke-81, Terkams CUP 1 Gelar Turnamen Sepakbola

Medan (Sumut) mediasergap.com - Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 tahun 2026, Terkams CUP 1 menyelenggarakan Turnamen Sepakbola dan Perlombaan, seperti lomba lari, tarik tambang, lomba Joged Balon, lomba main bola memakai daster, lomba sendok dengan kelereng, balap karung, dan lomba makan kerupuk.

Acara yang berlangsung dari tanggal 06 Agustus 2026 sampai tanggal 23 Agustus 2026 diselenggarakan, di Jl. Siung Wanara Dusun VI, Desa Percut, Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Minggu (23/8/2026).

Ketua Umum DPP LSM Terkams, Samsul Bahri Hasibuan, ST mengaku sangat puas dengan perjuangan anak asuhnya yang dinilai mampu tampil penuh energi hingga usai pertandingan.

Mereka bahkan harus melanjutkan pertandingan dengan 5 pemain setelah keeper Terkam FC mendapatkan kartu 'merah'.

Meski demikian, kondisi bermain dengan 5 pemain tidak menyurutkan semangat para pemain Terkams FC. Mereka tetap tampil agresif dan berusaha mencetak gol hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan besar tersebut juga tidak lepas dari persiapan tim Terkams FC dalam mempelajari gaya permainan PSDS FC. Dan tidak menganggap remeh lawan, meskipun Tim PSDS FC secara fisik mereka lebih besar dari Tim Terkams FC, bahkan sempat sebelumnya mengalami kekalahan pada awal pertandingan score 1:0.

Juga para pemain Terkams FC mampu menjalankan instruksi coach dengan baik, serta menunjukkan energi maksimal sepanjang pertandingan.

Ditambah teknik umpan satu-dua atau one-two pass mendominasi pertandingan yang dilakukan oleh pemain Terkams FC hingga terjadinya gol.

"Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pemain Terkams FC yang dinilai telah berjuang keras dan berhasil meraih hasil kemenangan score 5:2. 

Sambutan dewan pembina DPK LSM Terkams Ali Shahbana sekaligus penyalur donatur terbesar mengatakan kegiatan Turnament ini akan terus slalu diadakan keberlangsungan HUT RI ini untuk ditahun yang mendatang dimanapun akan terus dilaksanakan demi kesuksesan dan keberhasilan turnamen ini.

"Terus berkelangsungan dalam bertanding, dan untuk para pemain kalah menang itu soal biasa, dan ini turnamen pertama kalinya karena sebelumnya tahun yang lalu lomba panjat pinang".jelasnya.

  • Juara 1 Turnamen Terkams CUP 1, U 16 Grup TERKAMS FC.
  • Juara 2 PSDS FC
  • Juara 3  Grup Putra Pasaribu FC.
  • Juara 4 Grup Jantan Lasak FC.
  • Juara Terbaik Best Player : Jefry Maulana Siddik.
  • Juara Top Score : Gilang 
  • Juara Best Gool keeper : Grup PSDS FC.

Turut hadir Ketua Umum DPP LSM Terkams Samsul Bahri Hasibuan, ST, Ketua DPK LSM Terkams Percut Seituan Rachmawati, Sekretaris DPK LSM Terkams Percut Seituan Muhammad, Sekjend DPP LSM Terkams Solihin Rambe, Bendahara Umum DPP LSM Terkams Yuni Fitriani, Ketua DPD Sumut LSM Terkams, Sumber Hamonangan Simbolon, ST, Sekretaris DPD Sumut LSM Terkams, Ogdarwin Purba, Bendahara DPD Sumut LSM Terkams Samsidar saragih, Ketua Srikandi DPW LSM Terkams, Magdalena Panjaitan, Dewan Pembina DPK LSM Terkams Ali Shahbana. (Roni)

Aktivitas Penambangan Pasir di Air Joman Dikeluhkan Warga, Pemerintah dan Aparat Diminta Turun Tangan

ASAHAN (Sumut) mediasergap.com Aktivitas penambangan pasir yang berlangsung di sekitar tepi sungai di Desa Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mendapat sorotan dari masyarakat setempat. Warga mengeluhkan dampak aktivitas tersebut terhadap kondisi jalan, lingkungan, serta keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Berdasarkan pemantauan wartawan di lapangan, sejumlah kendaraan pengangkut pasir terlihat melintas di jalan permukiman warga. Intensitas kendaraan yang cukup tinggi disebut warga turut mempercepat kerusakan jalan desa, yang kini ditemukan dalam kondisi berlubang dan sulit dilalui.

Warga juga mengungkapkan bahwa aktivitas kendaraan pengangkut pasir tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Bahkan, masyarakat menyebut telah terjadi kecelakaan di sekitar jalur yang digunakan kendaraan pengangkut material.

Selain persoalan jalan, masyarakat turut menyoroti aktivitas penggalian pasir di sekitar bantaran sungai. Menurut warga, penggalian yang dilakukan secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi tebing sungai, mengganggu lingkungan sekitar, serta meningkatkan risiko longsor dan perubahan aliran air.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian masyarakat karena kawasan permukiman sekitar sungai juga disebut kerap mengalami banjir. Warga berharap pemerintah dan instansi teknis dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara aktivitas penambangan dengan perubahan kondisi sungai dan lingkungan di sekitar permukiman.

Salah seorang warga mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas tersebut.

“Kami berharap pemerintah benar-benar turun ke lapangan dan melihat kondisi kami. Kalau memang kegiatan ini memiliki izin, masyarakat juga ingin mengetahui bagaimana pengawasannya dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan serta jalan yang kami gunakan,” ujar warga.

Masyarakat meminta pemerintah desa, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Asahan, serta instansi terkait melakukan pengecekan terhadap legalitas kegiatan, kondisi lingkungan, dan dampak aktivitas kendaraan pengangkut pasir terhadap fasilitas umum.

Warga juga berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah sesuai ketentuan apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran peraturan. Penanganan yang dilakukan secara transparan dinilai penting agar kepentingan ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan serta mencari solusi agar aktivitas pengangkutan material tidak semakin mengganggu kehidupan warga.

Warga juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah menampung aspirasi mereka dan mengangkat persoalan tersebut ke ruang publik. Masyarakat berharap pemberitaan ini dapat menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait untuk segera melakukan peninjauan dan memberikan solusi yang adil bagi semua pihak. (Rel)

(copyright: mitramabesnews.com)


Ngelak di Konfirmasi, Oknum BRI KCP Tembung Diduga Berlakukan Satu Agunan Menjadi Dua Pinjaman

Deli Serdang (Sumut) mediasergap.com - Terkait gugatan kasus Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilayangkan oleh Sumardi dan Istrinya Sulastri, warga Jl. Beringin No.7, Pasar V Tembung, Deli Serdang, melalui kuasa hukumnya ke Pengadilan Negri (PN) Lubuk Pakam, masih terus bergulir.  

Dalam beberapa kali agenda sidang maupun mediasi yang dijadwalkan oleh PN Lubuk Pakam, sejumlah pihak tergugat tidak hadir, diantaranya tergugat 1 dan 2 serta 3, yakni BRI KCP Tembung, BRI Cabang Medan di Jl. Thamrin dan KPKNL. Sementara yang hadir hanya pihak pemenang lelang Masdeliana.

Hal ini disampaikan Penasehat Hukum (PH) penggugat, Akiruddin Ahmad, SH, MH, kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Akiruddin Ahmad menjelaskan, dari awal klien nya melakukan pinjaman ke Bank BRI KCP Tembung, dengan menggadaikan rumah toko miliknya. Pihaknya melihat ada sejumlah dugaan kejanggalan (mall administrasi). Dimana, pihak Bank diduga secara sengaja mengarahkan kliennya mengambil pinjaman tersebut dengan dua kategori diantaranya, pinjaman berjalan dan rekening koran. Pinjaman berjalan sebesar Rp.800 Jt, dan rekening koran sebesar Rp.500 Jt, diwaktu yang sama.

Satu agunan dipecah menjadi dua pinjaman sudah jelas pelanggaran. Notabenenya, satu sertifikat rumah tidak bisa dipecah atau dipakai secara bersamaan untuk dua kategori atau akad pinjaman yang berbeda. Satu jaminan fisik hanya dapat di ikat oleh satu hak tanggungan utama pada satu waktu", jelas Akiruddin Ahmad, SH, MH.

Akiruddin Ahmad, SH, MH menjabarkan, Sertifikat yang sudah dijaminkan akan dibebani Hak Tanggungan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas nama bank, sehingga tidak bisa diterbitkan Hak Tanggungan kedua untuk pinjaman lain di tempat yang sama.

"Peraturannya jika pinjaman yang lama belum lunas dan limit atau taksiran nilai rumah masih tinggi, Debitur diarahkan kepengajuan penambahan plafon (top up) pada pinjaman yang sedang berjalan", jelasnya.

Harga ruko yang diagunkan oleh Sumardi dan Istrinya Sulastri, pada tahun 2018 lalu, diklaim dengan harga pasaran sebesar Rp.1,6 Milyar lebih.

Seharusnya pihak bank BRI KCP Tembung, memberikan pinjaman dengan satu kategori pinjaman. Apalagi pinjaman tersebut dilakukan pada waktu yang sama", pungkasnya.

Menindak lanjuti peristiwa ini, pihak BRI KCP Tembung yang dikonfirmasi wartawan pada Kamis (20/8/2026), tidak memberi jawaban sama sekali.

Salah seorang pegawai yang mengaku bernama Sigit, ketika ditemui di kantor BRI KCP Tembung mengatakan, pimpinan tak ditempat. "Silahkan hubungi saja nomor handpone pak Ade, karena dia pengacaranya", ucapnya, seraya memberi nomor handpone pengacara tersebut.

Sementara itu, Ade yang disebut-sebut sebagai pengacara ketika dikonfirmasi di nomor 08526000xxxx, melalui WhatsApp telpon selulernya, tak menjawab sama sekali konfirmasi wartawan. (Red)

Tiga Hari Beruntun, Polres Binjai Tangkap Pengedar Narkoba Tiga Orang Pria

Binjai (Sumut) mediasergap.comBentuk keseriusan dan komitmennya guna berantas narkoba dan nyatakan perang terhadap narkoba, Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil mengungkap jaringannya serta menangkap 3 (tiga) orang pria yang diduga sebagai bandarnya di wilayah hukum Polres Binjai.

Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 3 (tiga) orang tersangka masing-masing berinisial MRP (22), SW (38) & JS (47) di tiga lokasi berbeda yang berada di wilayah hukum Polres Binjai.

Adapun lokasi penangkapan terhadap pelaku yaitu : terhadap pelaku MRP (22), ditangkap di jalan Danau Laut Tawar Kecamatan Binjai Timur, Minggu (16/8/26) pukul 01.00 wib.  Pelaku JS (47) ditangkap petugas di jalan Ir. Juanda  kecamatan Binjai Timur pada hari Selasa tanggal (18/8/26) pukul 02.45 wib. Sedangkan untuk pelaku SW (38) ditangkap di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Senin (17/08/2026) 14.15 wib, dimana SW merupakan residivis dan sudah pernah dihukum dengan kasus yang sama., tegas Kasat Narkoba

Dari hasil penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 117,47 gram , 19 buah plastik klip transparan berisi narkoba, 2 buah sekop terbuat dari pipet, 2 unit timbangan elektrik, 1 unit HP merk onpinic 1, satu buah dompet tempat penyimpanan sabu dan uang tunai sebagai hasil penjualan Rp. 110.000,-, ucap AKP Ismail Pane, S.H., M.H.,

Kapolres Binjai, melalui Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polres Binjai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Binjai, “Polres Binjai akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,' tegasnya.

Terhadap ketiga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai, guna proses penyidikan lebih lanjut. Untuk pelaku ketiga pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU. RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI No.1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana dirubah dalam UU No.1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. terang AKP Ismail Pane, S.H., M.H.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., tetap mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi melalui coll center 110, keberhasilan pengungkapan kasus peredaran narkoba diharapkan mampu memberikan rasa aman & nyaman bagi masyarakat. Kami tetap berkomitmen untuk brantas terhadap peredaran narkoba di Wilkumnya. tegas AKBP Bimo Moernanda. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Proyek Tali Air di Kuala Tanjung Disorot, Warga Minta Kualitas dan Pengawasan Diperhatikan

BATU BARA (Sumut) mediasergap.com Pembangunan saluran pengairan pertanian atau yang dikenal masyarakat sebagai proyek Tali Air di wilayah Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari warga. Masyarakat berharap pembangunan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis sehingga dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian dalam jangka panjang.

Berdasarkan pemantauan wartawan di lokasi pekerjaan, terdapat sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Salah satunya menyangkut papan informasi proyek yang menurut hasil pengamatan belum menampilkan secara lengkap sejumlah informasi teknis yang dibutuhkan masyarakat, seperti ukuran pekerjaan, panjang saluran, serta cakupan pekerjaan.

Keberadaan papan informasi proyek dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Dengan informasi yang lengkap, warga dapat mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta spesifikasi umum proyek yang sedang dikerjakan.

Selain itu, saat dilakukan pemantauan di lokasi, wartawan juga tidak melihat secara langsung petugas pengawas berada di area pekerjaan. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait, mengingat pengawasan memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan ketentuan kontrak.

Persoalan tenaga kerja juga menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga berharap pelaksanaan proyek pembangunan di wilayah mereka dapat turut memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat sepanjang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi pekerjaan.

Masyarakat menilai keberadaan proyek pemerintah di daerah semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas, ketepatan pelaksanaan, transparansi, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Proyek saluran pengairan tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan pertanian dan pengelolaan sumber daya air bagi masyarakat sekitar. Karena itu, kualitas konstruksi menjadi hal penting agar hasil pembangunan dapat bertahan dan berfungsi sebagaimana tujuan awal proyek.

Warga meminta Dinas terkait di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pihak kontraktor dan pengawas proyek melakukan evaluasi serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap proyek ini benar-benar dikerjakan dengan baik. Jangan sampai setelah selesai justru cepat rusak dan masyarakat yang dirugikan. Kami ingin pembangunan ini memberikan manfaat untuk pertanian dan masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat juga berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut. Apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya kekurangan atau ketidaksesuaian, warga meminta agar dilakukan perbaikan sesuai ketentuan sehingga kualitas pekerjaan tetap terjamin.

Di sisi lain, Pihak Kontraktor dan Instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai spesifikasi pekerjaan, sistem pengawasan, penggunaan tenaga kerja, serta progres pembangunan kepada masyarakat.

Insan Pers akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan memberikan ruang kepada pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun instansi terkait untuk menyampaikan penjelasan dan hak jawabnya. (Rel)

(copyright: mitramabesnews.com)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport