Media Sergap -->




Headline

Pererat Toleransi dan Kerukunan, Kapolres Binjai Sambangi Kuil Sri Mariamman

BINJAI (Sumut) mediasergap.com — Dalam upaya mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan antarumat beragama, Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaksanakan Silaturahmi Kamtibmas dengan umat Hindu Kota Binjai di Kuil Sri Mariamman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (25/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sekira pukul 19.30 WIB tersebut dilaksanakan bertepatan dengan ritual peribadahan umat Hindu Kota Binjai. Kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, tertib, dan khusyuk.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Binjai didampingi Waka Polres Binjai Kompol Sofian Helmi Nasution, S.H., M.H., Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retnosari, S.H., M.Tr.A.P., Kasi Propam Polres Binjai AKP Kusuma Hadi, serta Kasat Binmas Polres Binjai AKP Cristin M. Panjaitan.

Pendeta Kuil Sri Mariamman Binjai, Siwa Kumar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kapolres Binjai beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah umat Hindu menjadi bentuk nyata perhatian dan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras.

Sementara itu, Kapolres Binjai menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan ritual peribadahan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.

Kapolres Binjai juga mengajak seluruh umat Hindu Kota Binjai untuk terus menjaga toleransi, kerukunan, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan suasana Kota Binjai yang aman, damai, dan harmonis.

“Kehadiran kami malam ini adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus memastikan seluruh umat Hindu Kota Binjai dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Polres Binjai berkomitmen untuk terus mengayomi dan melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” disampaikan Kapolres Binjai.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Binjai berharap hubungan yang harmonis dengan seluruh tokoh agama dan elemen masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta Kota Binjai yang aman, kondusif, toleran, dan penuh kerukunan. (Roni Kurniawan)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Viral Soal Lapas Cibinong, “Ombudsman Offside, Mereka Bukan Penyidik Lakukan Penggerebekan”

Jakarta (Sumut) mediasergap.com - Penggerebekan' Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dilakukan Ombudsman RI, menyisakan pro kontra di tengah masyarakat. Di saat lembaga itu merasa sukses melakukan tugasnya, namun sisi lain banyak pandangan negatif terhadap tindak tanduk para komisionernya yang seolah berlinduk di bawah kata sidak (inspeksi mendadak).

Tokoh masyarakat Rajamin Sirait secara tegas juga mengatakan bahwa Ombudsman RI _offside_ dalam kasus Lapas Kelas IIA Cibinong. Karena apa yang dilakukan sudah melampaui tupoksinya.

"Fungsi Ombudsman itu kan pelayanan publik, seluruh kerjanya berdasarkan pengaduan masyarakat, ditelaah dibicarakan dulu dengan pihak yang berwenang, ada dugaan yang menjadi temuan mereka, bukan seolah memposisikan dirinya sebagai polisi, jaksa bahkan seperti hakim yang seenaknya memvonis bahwa setiap temuan mereka sesuai fakta. Ini yang saya sebut _offside_," tegasnya di Jakarta, Minggu  (27/9/2026).

Bahkan, kata dia, petugas kepolisian saja dalam melakukan penggeledahan harus ada izin atau pendampingan. "Dan kalau Ombudsman mengatakan itu sidak, dari mana jalannya instansi lain melakukan sidak ke instansi lain. Memang bisa rumah tangga kita disidak rumah tangga lain. Anehkan," imbuhnya.

Parahnya lagi, lanjut Rajamin, seolah-olah tugasnya membongkar sesuatu yang dianggap aib dianggap sebuah kesuksesan. "Ya indikasi itu bisa kita lihat dengan langkah Ombudsman yang mengamuk, nendang pagar dan sengaja membawa wartawan serta secara sengaja menyebarkan video temuan mereka di lapangan ke medsos untuk mendapatkan framing bahwa mereka berhasil," sebutnya.

Dalam hal ini, Rajamin juga meminta Ombudsman untuk menghentikan ego sektoral seolah-olah mereka lembaga super-bodi yang bisa berbuat semaunya.

"Ombudsman harusnya memahami bahwa tugas pelayanan di pemasyarakatan ini tidak gampang dan orang yang ditahan juga bukan orang sembarangan. Pahami juga emosonal para warga binaan. Jangan seperti orang budeg. Kementerian Imipas jelas mengatakan bahwa di dalam Undang-undang memang ada dijelaskan tentang Lapas Terbuka, proses asimilasi. Dan Menteri sudah mengatakan ada investigasi dan jangan ombudsman menyebut temuannya yang masih prematur itu merasa paling benar," ujar Rajamin.

Pria asal Medan ini juga mengaku curiga bahwa ada motif lain dan seperti _by order_ dalam aksi ombudsman tersebut.

"Semoga kecurigaan saya tidak benar. Tapi saya tetap berpesan, semoga apa yang dilakukan Ombudsman tidak disusupi dan ditunggangi dengan kepentingan lain. Lihat juga hal positif yang dilakukan Imipas khususnya terkait ketahanan pangan dan bagaiman disitu manusia dimanusiakan kembali," kata Rajamin.

"Janganlah ingin besar tapi menginjek kepala orang lain. Ombudsman itu digaji negara dengan tugas pokok yang sudah jelas, bukan seperti yang mereka lakukan di Lapas Cibinong," tutupnya.

Ombudsman Jangan Merasa Paling Bersih

Senada juga diungkapkan Ketua Umum Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) Teuku Yudhistira. Ia turut mempertanyakan indikasi adanya motif tertentu di balik dari aksi Ombudsman RI di Lapas Cibinong.

Menurutnya, sesama abdi negara, Kementerian dan Lembaga seharusnya saling terbuka untuk membenahi persoalan-persoalan atas nama kepentingan negara.

"Bukan tidak membenarkan adanya sidak, memang itu jelas diatur dalam undamg-undang. Tapi seharusnya, sebagai abdi negara kita harus tahu langkah-langkah yang lebih baik untuk memecahkan persoalan, bukan membuat opini hingga masyarakat menjadi gaduh dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah, tetapi kita harus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah di tengah persoalan politik global dan politik eekonomi global," ucapnya.

Bahkan, ia menilai, sidak Ombudsman RI di Lapas Cibinong seperti menendang pagar dan dobrak tidak seharusnya dilakukan.

"Semua ada jalurnya dan langkahnya, saya kira, pihak lapas juga tidak akan mengahalangi mereka untuk sidak, dan saya kira personel lapas juga tahu undang-undang yang mengatur terkait sidak Ombudsman," jelasnya.

Ia juga menekankan, dalam memecahkan persoalan di tengah publik dan negara ini, jangan merasa seperti orang paling benar.

Harusnya, lanjut Yudhis, sebelum bertindak berkaca terlebih dahulu, apakah komisioner itu orang-orang benar di dalamnya.

"Rekrutmen komisionernya saja patut dipertanyakan. Kalau memang benar, ketua Ombudsman yang baru dilantik 6 hari, kok bisa ditangkap Kejaksaan Agung, karena kasus suap. artinya apa, jelas bahwa track record komisonernya juga harus dipertanyakan," tegas Yudhis. 

Di sisi lain Yudhis juga meminta Komisi XIII juga tidak langsung melakukan justifikasi atas apa yang menjadi temuan Ombudsman itu. 

"Dan tanya juga, apakah seluruh anggota Komisi XIII DPR RI itu orang bersih semua? Ada tidak di antara mereka yang tidak ikut bermain proyek di pemasyarakatan. Ayo kita buktikan sama-sama.  Dan kalau memang ombudsman mau membantu perubahan di pemasyarakatan, berani gak mereka membongkar fakta soal keterlibatan oknum wakil rakyat bermain proyek di lapas dan rutan," sebutnya.

Yudhis juga  menekankan agar Ombudsman juga bersikap dewasa dan tidak seolah-olah melempar bola panas setelah Menteri Imipas mencopot Kalapas dan 4 pejabat Lapas Cibinong. "Artinya, bila temuan Ombudsman itu tidak benar, maka lembaga tersebut perlu memberikan klarifikasi secara terbuka juga,"  pungkas Yudhis. (Ajs/Tim)

SMA Santo Mikael Akan Dikembangkan, Program Berasrama Disiapkan sebagai Sekolah Unggulan

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan, yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Samosir.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom saat menerima audiensi Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, bersama rombongan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Sabtu (26/09/2026).

Audiensi tersebut membahas rencana pengembangan pendidikan melalui pendirian sekolah menengah atas unggulan dengan sistem berasrama, termasuk dukungan pemerintah daerah serta proses perizinan yang diperlukan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Bupati Vandiko menyambut baik inisiatif Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph. Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan unggulan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Samosir.

“Kami tetap membuka diri untuk peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya kami lakukan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya. Puji Tuhan, ada SMA unggulan yang akan hadir di Samosir. Ternyata doa dan cita-cita kita disambut baik Tuhan dengan kedatangan Pastor yang akan mendirikan sekolah SMA unggulan,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk membantu proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Intinya kami siap mendukung, Amang Pastor. Untuk perizinan seperti PBG, kita akan bantu sesuai ketentuan. Kalau ada kendala, kita siap berkoordinasi. Ini sudah menjadi sesuatu yang kita idam-idamkan dan cita-citakan. Pemerintah bersama DPRD tentu akan mendukung sesuai dengan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Vandiko menilai, pengembangan sekolah unggulan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda Samosir agar memiliki kompetensi, karakter, kemandirian dan daya saing.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph juga menjelaskan bahwa SMA Santo Mikael Pangururan yang selama ini berjalan sebagai sekolah reguler akan tetap dipertahankan. Sementara itu, SMA Plus Berasrama akan dikembangkan sebagai program pendidikan unggulan dengan sistem, fasilitas dan pengelolaan tersendiri.

Pastor Fridolinus Simanjorang menjelaskan, pendirian SMA Plus Berasrama merupakan bentuk komitmen yayasan untuk hadir dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“SMA Santo Mikael tetap menjadi reguler, dan kita membuat sekolah unggulan khusus yang kita pisahkan. Intinya kami ingin hadir untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” jelas Pastor Fridolinus.

Ia menyampaikan, sekolah tersebut nantinya akan memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir dengan komposisi tertentu. Dengan demikian, keberadaan sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membuka kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.

Selain mengembangkan prestasi akademik, SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan diarahkan untuk membentuk lulusan yang cerdas, beriman, rendah hati, berintegritas, mandiri serta memiliki semangat melayani.

Yayasan juga berencana menjadikan Samosir dan Danau Toba sebagai bagian kuat dari identitas sekolah. Dalam pengembangannya, SMA Plus tersebut ditargetkan dapat tumbuh menjadi salah satu sekolah unggulan di Sumatera Utara dan secara bertahap diarahkan menjadi boarding school Katolik berstandar nasional.

Rencana pendirian sekolah unggulan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Samosir.

Kehadiran sekolah dengan sistem berasrama diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat serta mendukung lahirnya generasi muda Samosir yang memiliki kompetensi, karakter dan integritas untuk berkontribusi bagi daerah maupun Indonesia.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal bagi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan–Pematangsiantar untuk mempersiapkan rencana pendirian SMA Plus Berasrama Katolik Santo Mikael Pangururan.

Pemkab Samosir selanjutnya akan mendukung dan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga rencana pendirian sekolah tersebut dapat dipersiapkan secara baik, terarah dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Kapolres Binjai Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan, Terduga Pencuri 20 Tandan Sawit Diamankan

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan di wilayah hukum Polres Binjai. Komitmen tersebut diwujudkan jajaran Satreskrim Polres Binjai melalui pengungkapan kasus pencurian buah kelapa sawit.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial MFS alias Lebo alias Amat (23) yang diduga mencuri buah kelapa sawit milik korban RS (53) dengan nilai kerugian sebesar Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah)

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 25 Agustus 2026 yang lalu, di kebun milik korban RS (53) yang berada di Jalan Gunung Sinabung, Kecamatan Binjai Selatan. Terduga pelaku diduga mengambil sebanyak 20 tandan buah sawit dengan menggunakan sepeda motor tanpa nomor polisi (TNKB) dan ditangkap oleh petugas pada hari Rabu (23/9/26) pukul 17.00 wib.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hotdiatur A.W. Purba, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan terduga pelaku beserta barang buktinya satu unit sepeda motor telah diamankan di Satreskrim Polres Binjai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," jelas Kasat Reskrim.

Kapolres Binjai mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana di lingkungan sekitar.

Polres Binjai menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya," tegas AKBP Bimo Moernanda. (Rina)

Harmoni Suara Dunia Bergema di Samosir, SICC 2026 Dorong Pariwisata

SAMOSIR (Sumut) mediasergap.com – Suasana tepian Danau Toba di Kabupaten Samosir semakin semarak dengan penyelenggaraan Samosir International Choir Competition (SICC) 2026. Hari pertama perlombaan berlangsung di Hotel Marianna Resort Convention and Center, Jumat (25/09/2026), dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Ragam karakter suara, harmonisasi dan kekompakan para peserta menggema di tengah panorama Danau Toba. SICC 2026 menjadi salah satu agenda utama Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026, yang menghadirkan seni, musik dan kreativitas sebagai ruang perjumpaan budaya dari Indonesia dan berbagai negara.

Pada hari pertama, perlombaan diikuti peserta dalam lima kategori, yakni Children Solo Vocal sebanyak 34 peserta, Children Choir sebanyak 6 tim, Teenager Choir 4 tim, Mixed Choir 10 tim, serta Musica Sacra sebanyak 14 tim.

Setiap penampilan dinilai oleh dewan juri nasional dan internasional. Para peserta mengikuti babak penyisihan untuk memperoleh hasil terbaik sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara pada Samosir International Choir Competition 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, penyelenggaraan SICC 2026 menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis event dan budaya. Kehadiran kompetisi bertaraf internasional tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Kabupaten Samosir dan kawasan Danau Toba kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Penyelenggaraan event internasional juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi. Kehadiran peserta, pendamping dan wisatawan memberikan ruang bagi pelaku UMKM, kuliner, akomodasi, transportasi, ekonomi kreatif serta berbagai sektor jasa untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas kunjungan selama event berlangsung.

Sejak pagi, kawasan Hotel Marianna dipenuhi peserta dan pendukung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Aktivitas tersebut turut menciptakan suasana wisata yang dinamis sekaligus memperlihatkan potensi Samosir sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan seni, budaya dan pariwisata bertaraf internasional.

Melalui TCCF 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara kegiatan, pelaku pariwisata, pelaku UMKM, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus memastikan event yang diselenggarakan di Samosir memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat.

Kabupaten Samosir sebagai bagian penting dari kawasan Danau Toba menjadi ruang perjumpaan budaya, musik dan pariwisata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan mancanegara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal, keramahan masyarakat serta keindahan Danau Toba kepada dunia.

Penyelenggaraan SICC 2026 juga menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Samosir, sekaligus menjadi ajang perebutan Piala Bergilir Gubernur Sumatera Utara.

Dengan hadirnya event berkelas internasional tersebut, Samosir terus mendapatkan ruang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu destinasi wisata dan penyelenggaraan event di kawasan Danau Toba. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting agar pertumbuhan aktivitas pariwisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kompetisi Samosir International Choir Competition 2026 selanjutnya akan terus berlangsung hingga memasuki tahapan penentuan juara. Masyarakat dan wisatawan dapat mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menikmati berbagai potensi wisata, seni dan budaya yang ditawarkan Kabupaten Samosir selama pelaksanaan TCCF 2026. (D/Smart)

Pemkab Samosir Dukung Penataan Kawasan Monumen Toga Gultom

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Kerinduan untuk memiliki sebuah monumen yang menjadi penanda sejarah dan identitas Toga Gultom mulai diwujudkan. Di Desa Huta Hotang, Kecamatan Onan Runggu, pembangunan Monumen Toga Gultom ditandai dengan pematokan pondasi oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua Parsadaan Toga Gultom Samosir (PTGS) Padot M. Gultom, Jumat (25/09/2026).

Pematokan pondasi tersebut menjadi tanda dimulainya kembali pembangunan monumen yang diharapkan tidak hanya menjadi sebuah bangunan fisik, tetapi juga merepresentasikan sejarah, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Momentum tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kebersamaan. Tokoh agama, panitia pembangunan, penasihat dan pengurus DPP PTGS, serta masyarakat turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan monumen tersebut.

Turut hadir dari jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, Camat Onan Runggu serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, Bupati Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pembangunan Monumen Toga Gultom. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari kerinduan yang telah lama dinantikan dan diharapkan dapat direalisasikan dengan baik.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, saya menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan doa yang digelar hari ini sebagai tanda dilanjutkannya pembangunan, kita berharap kerinduan untuk melihat tugu ini berdiri dapat segera terealisasi dengan baik,” ujar Vandiko.

Vandiko juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap penataan kawasan monumen, termasuk pematangan lahan dan pembangunan akses jalan yang diperlukan.

“Kami siap mensupport untuk pematangan lahan dan jalan, namun serah terima aset harus jelas,” kata Vandiko.

Ia menegaskan, kejelasan status dan proses serah terima aset menjadi hal penting agar dukungan pemerintah dalam penataan kawasan dapat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati berharap pembangunan Monumen Toga Gultom dapat berjalan lancar dan nantinya menjadi bagian dari kawasan yang tertata dengan baik, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta seluruh pomparan Toga Gultom yang datang berkunjung.

Ketua PTGS Padot M. Gultom mengatakan, pembangunan Monumen Toga Gultom memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.

“Pembangunan monumen ini bukan sekadar membangun sebuah bangunan atau monumen. Ini merupakan simbol sejarah, identitas, persatuan dan kebersamaan seluruh pomparan Toga Gultom yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di seluruh dunia,” ujarnya.

Menurut Padot, keberadaan monumen nantinya diharapkan menjadi pengingat bagi generasi penerus mengenai sejarah dan asal-usul leluhur, sekaligus mempererat tali persaudaraan seluruh pomparan Toga Gultom.

Ia menargetkan pembangunan Monumen Toga Gultom dapat diselesaikan pada Maret 2027 dan dilanjutkan dengan peresmian pada April 2027.

“Target kita bersama adalah pembangunan dapat diselesaikan pada bulan Maret 2027 dan peresmiannya April 2027. Pembangunan monumen ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan dan warisan bagi generasi mendatang,” kata Padot.

Untuk mewujudkan target pembangunan tersebut, Padot mengajak seluruh pomparan Toga Gultom untuk mengambil bagian melalui semangat gotong royong dan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh pomparan Toga Gultom untuk mengambil bagian melalui donasi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan monumen merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menghadirkan warisan yang dapat dikenang oleh generasi mendatang.

“Pembangunan ini merupakan kasih kepada leluhur dan warisan kepada generasi mendatang. Sebagai tanda nyata Toga Gultom mampu bersyukur dan memberikan warisan yang bermakna. Apa yang kita berikan hari ini akan dikenang anak cucu kita,” pungkasnya.

Pematokan pondasi menjadi langkah awal dalam melanjutkan pembangunan Monumen Toga Gultom. Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat kebersamaan, monumen tersebut diharapkan dapat menjadi penanda sejarah, simbol persatuan dan ruang yang mempererat ikatan persaudaraan pomparan Toga Gultom dari generasi ke generasi. (D/Smart)

Jaga Kerukunan dan Kamtibmas, Kapolres Binjai Jalin Silaturahmi dengan FKUB

BINJAI (Sumut) mediasergap.com – Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Binjai, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.15 WIB, bertempat di Kantor FKUB Kota Binjai, Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua FKUB Kota Binjai Hamidan, Kepala Kesbangpol Kota Binjai Ruslianto, Kasat Lantas IPTU Giri, Kasi Propam AKP Kusuma Hadi, Sekretaris FKUB Syahrial, serta sejumlah anggota FKUB dari berbagai unsur agama.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus FKUB menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Binjai sekaligus menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama dalam memelihara kerukunan serta keamanan di Kota Binjai. Koordinasi dengan Polres Binjai selama ini juga dinilai berjalan baik, termasuk dalam menyikapi permasalahan narkoba dan aksi geng motor.

Kapolres Binjai menyampaikan agar sinergi dan koordinasi antara Polres Binjai dan FKUB terus dipertahankan serta ditingkatkan. Polres Binjai juga terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan terhadap peredaran narkoba serta pembinaan generasi muda melalui sosialisasi di sekolah guna menekan aktivitas geng motor. (Roni Kurniawan)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Toba Caldera Culture Festival Dorong Samosir sebagai Ruang Perjumpaan Budaya dan Pariwisata

Samosir (Sumut) mediasergap.com - Alunan tagading mengiringi pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 di Water Front City (WFC) Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (24/09/2026). Festival yang memadukan seni, budaya, pariwisata dan kreativitas tersebut resmi dimulai dengan pemukulan tagading oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan air menari, salah satu ikon pariwisata Samosir. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari penyambutan para dewan juri nasional dan internasional yang hadir dalam Samosir International Choir Competition (SICC).

Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan juri dari berbagai daerah dan negara, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung menyematkan ulos kepada para dewan juri.

Penyematan ulos menjadi simbol penghormatan dan keakraban sekaligus memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Batak kepada para peserta dan tamu mancanegara yang hadir di Kabupaten Samosir.

Toba Caldera Culture Festival 2026 menghadirkan Samosir International Choir Competition yang diikuti peserta dan official dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Kegiatan tersebut diperkirakan menghadirkan lebih dari 2.000 peserta dan official dan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Hotel Marianna, Kabupaten Samosir.

Mewakili Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh juri dan peserta SICC yang telah hadir di Kabupaten Samosir.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Samosir, Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban orang Batak, kepada para juri dan peserta lomba paduan suara internasional,” ujar Marudut.

Marudut juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan panitia penyelenggara yang telah memilih Kabupaten Samosir sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan bagi Samosir untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah sekaligus memperkuat posisi Samosir sebagai bagian penting dari kawasan pariwisata Danau Toba.

“Kami sangat bangga karena dipercaya sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan kompetisi paduan suara dan vokal solo. Event ini tentunya sangat mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Samosir. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Afif Nasution yang mendukung penuh pelaksanaan event di Samosir,” kata Marudut.

Marudut menyampaikan bahwa pelaksanaan Toba Caldera Culture Festival sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memantapkan kemandirian ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata, didukung infrastruktur yang berkualitas.

Ia juga mengapresiasi kreativitas generasi muda yang mampu mempertemukan beragam suara, kreativitas dan latar belakang budaya dalam satu kegiatan.

Menurutnya, kegiatan berskala nasional dan internasional seperti SICC dapat memberikan ruang promosi bagi Kabupaten Samosir sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pelaksanaan event yang keren dan berkualitas seperti ini tentunya akan menambah minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Samosir dan menambah length of stay wisatawan di Samosir. Kami berharap dapat menjadi event tetap di Samosir,” ujarnya.

Harapan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keberlanjutan kegiatan budaya dan pariwisata yang dapat mempertemukan masyarakat, pelaku seni, generasi muda, pelaku usaha dan wisatawan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Dewi Susantri Ujung mengatakan Samosir International Choir Competition menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

“Danau Toba bukan hanya bentang alam yang indah. Kawasan ini merupakan rumah bagi warisan budaya yang hidup, tumbuh bersama masyarakatnya dan terus diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Dewi.

Menurutnya, berbagai kekayaan budaya Batak, mulai dari gondang, ulos, tarian, musik, cerita rakyat hingga tradisi masyarakat, merupakan bagian dari identitas yang dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Dewi menilai Toba Caldera Culture Festival memiliki arti penting karena mempertemukan kreativitas, tradisi, pendidikan, pariwisata dan partisipasi masyarakat dalam satu panggung.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai budaya yang berkembang di kawasan Danau Toba diharapkan semakin dikenal dan diapresiasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah dan negara.

Ia menambahkan, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas destinasi wisata.

Dengan budaya yang terus dirawat, masyarakat memiliki ruang untuk berkarya, pelaku usaha lokal memperoleh peluang untuk berkembang, sementara generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal dan membangun kebanggaan terhadap budaya daerahnya.

Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir, panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menghadirkan festival tersebut.

“Kehadiran penampilan paduan suara, keterlibatan universitas, penyematan ulos kepada dewan juri hingga berbagai rangkaian acara menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan lintas daerah,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan yang memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.

“Mari kita jadikan festival ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya sendiri, membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini semakin mengangkat nama Danau Toba di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Art Director SICC Ondy Yohan Tambunan menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti sebanyak 33 peserta dengan 58 penampilan, serta 70 vokal solo yang terbagi dalam beberapa kategori.

Ia berharap dukungan masyarakat dan pemerintah dapat terus diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Kami sungguh berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan seluruh pemerintah untuk bisa mendukung acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Pembukaan Toba Caldera Culture Festival 2026 turut dihadiri Presiden Direktur SICC Rios Sabar Andriano Tampubolon, Anggota DPRD Samosir Renaldi Naibaho, Forkopimda, pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Samosir, serta dewan juri nasional dan internasional.

Dewan juri internasional yang hadir di antaranya Marcus Lee dari Singapura, Jurgis Cabulis dari Latvia, Susanna Saw dari Malaysia dan Prof. Mark Anthony Carpio dari Filipina. Sementara dewan juri dari Indonesia di antaranya Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak dan Maria Calista.

Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Samosir sebagai ruang perjumpaan seni, budaya dan pariwisata. Melalui SICC, peserta dari berbagai daerah dan negara tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung kekayaan budaya Batak serta keindahan kawasan Danau Toba.

Dengan perpaduan seni, budaya dan pariwisata tersebut, kegiatan diharapkan dapat menjadi ruang interaksi yang memperluas jejaring, memperkenalkan kekayaan budaya lokal, sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta dan wisatawan selama berada di Kabupaten Samosir. (D/Smart)

Satuan Pendidikan Dibekali Pengelolaan Dokumen Elektronik yang Akurat dan Tertib


Toba (Sumut) mediasergap.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Toba melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi Dokumen Elektronik sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data dan administrasi digital pada satuan pendidikan di Kabupaten Toba.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Kabupaten Toba, Kamis (24/09/2026), tersebut diikuti kepala sekolah atau perwakilan guru dari 17 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Toba Tumpal Panjaitan yang sekaligus menjadi pemateri. Verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan dokumen elektronik yang dimiliki satuan pendidikan sesuai, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tumpal Panjaitan menyampaikan bahwa pengelolaan dokumen elektronik membutuhkan ketelitian, terutama dalam memastikan data yang digunakan telah melalui proses verifikasi.

Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam mendukung penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital.

“Kita ingin memastikan data yang ada benar, lengkap, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Tumpal.

Melalui verifikasi dan validasi, satuan pendidikan diharapkan dapat mengetahui sekaligus memperbaiki apabila masih terdapat data atau dokumen yang belum sesuai.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan data yang lebih tertib sehingga informasi yang tersimpan secara elektronik dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Toba Lamtiur Debataraja menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan pengelolaan dokumen elektronik.

“Yang paling penting adalah data yang kita kelola harus valid dan tertata dengan baik,” kata Lamtiur.

Ia menjelaskan bahwa dokumen elektronik yang tertata dan memiliki data yang valid akan memudahkan proses pengelolaan, pencarian, pemanfaatan serta penyampaian informasi ketika dibutuhkan.

Karena itu, satuan pendidikan diharapkan dapat semakin memperhatikan kelengkapan dan ketepatan data dalam setiap dokumen elektronik yang dikelola.
Pelaksanaan verifikasi dan validasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan dokumen yang lebih akurat, tetapi juga meningkatkan pemahaman satuan pendidikan mengenai pentingnya tata kelola dokumen secara digital.

Dengan pengelolaan dokumen elektronik yang tertib, akurat dan aman, satuan pendidikan dapat mendukung proses digitalisasi administrasi secara lebih efektif.

Diskominfo Kabupaten Toba juga terus mendorong kolaborasi dengan perangkat daerah dan satuan pendidikan dalam membangun tata kelola data yang semakin baik, sehingga transformasi digital dapat berjalan secara bertahap dan memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan pendidikan di Kabupaten Toba.

Melalui penguatan kualitas data dan dokumen elektronik, digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga tentang memastikan informasi yang dikelola benar, tertib, aman dan dapat dipertanggungjawabkan. (Ds)

Konten Literasi Diharapkan Dorong Kebiasaan Membaca dan Menulis di Masyarakat


Toba (Sumut) mediasergap.com - Para peserta Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba mengikuti pembekalan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta dalam menghasilkan konten video yang edukatif sekaligus mampu mengampanyekan budaya literasi di tengah masyarakat.

Pembekalan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Kamis (24/09/2026), dengan menghadirkan dua pemateri yang memberikan penguatan terkait literasi dan teknik pembuatan video konten.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba Almen Hutagalung menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kreativitas yang telah ditunjukkan para peserta melalui karya yang mereka hasilkan.

Menurutnya, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan sebagai konten kreator yang mampu menghasilkan materi edukatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Hari ini kita laksanakan pembekalan. Nanti para peserta akan dibekali tentang literasi dan video. Jadi peserta masih diberikan izin untuk memperbaiki karya yang sudah dikirim,” kata Almen.

Almen juga mendorong para peserta, khususnya peserta yang masih duduk di bangku SMA, agar tidak berhenti pada kegiatan lomba, tetapi turut membagikan semangat literasi kepada lingkungan sekitar.

Menurutnya, para peserta dapat mengambil peran sebagai penggerak literasi dengan mengajak teman, keluarga dan masyarakat untuk semakin dekat dengan kegiatan membaca, menulis serta berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan pengetahuan.

“Harapan kita, para peserta tidak hanya menghasilkan video untuk mengikuti lomba, tetapi juga dapat menjadi konten kreator yang menghadirkan konten edukatif dan ikut menggerakkan literasi di Kabupaten Toba,” ujarnya.

Dalam pembekalan, para pemateri menekankan bahwa kualitas sebuah video literasi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis pembuatan video, tetapi terutama oleh pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Konten yang dibuat diharapkan memiliki nilai edukatif, memberikan pengetahuan dan mampu mengajak masyarakat memahami pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan literasi juga diharapkan disampaikan dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami, sehingga mampu menarik perhatian penonton, khususnya generasi muda yang semakin dekat dengan berbagai platform digital.

Melalui video yang kreatif dan edukatif, kampanye literasi dapat dikemas secara lebih menarik sehingga pesan mengenai pentingnya membaca dan menulis dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pembekalan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan penyempurnaan terhadap karya video yang sebelumnya telah dikirimkan.

Dengan tambahan pemahaman mengenai substansi literasi maupun teknik penyampaian melalui video, peserta diharapkan dapat memperkuat pesan dalam karya masing-masing.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Keterlibatan generasi muda melalui konten digital diharapkan semakin memperluas kampanye literasi, sekaligus mendorong kebiasaan membaca dan menulis menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Toba.

Dengan demikian, lomba video konten literasi bukan hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya, berbagi pengetahuan dan ikut menggerakkan budaya literasi di Kabupaten Toba. (Ds)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport