Hari Kedua Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos Toba 2025 Semakin Meriah, Kreativitas Peserta Memukau Penonton
BALIGE, mediasergap.com – Hari kedua pelaksanaan Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos Kabupaten Toba 2025 yang digelar di Komplek Tugu D.I Panjaitan, Balige, pada Sabtu (30/11/2025) berlangsung semakin meriah. Antusiasme peserta dan penonton meningkat signifikan, menjadikan panggung lomba semakin hidup.
Sejak pagi, para desainer dan penjahit lokal telah bersiap menampilkan karya terbaik mereka. Pada hari kedua ini, para peserta tampil total dengan ragam gaya busana etnik modern yang mengangkat keindahan Ulos sebagai elemen utama. Mulai dari casual look yang segar, official look yang elegan, hingga glam look yang memukau, seluruh kategori berhasil memanjakan mata para juri dan penonton.
Kreativitas peserta tampak pada kemampuan mereka mengolah motif ulos menjadi busana yang tidak hanya anggun, tetapi juga adaptif dengan tren fashion masa kini. Inovasi potongan kain, permainan warna, serta detail aksesori memberikan sentuhan modern tanpa menghilangkan nilai budaya Batak Toba.
Suasana panggung semakin hidup berkat dukungan meriah dari masyarakat yang hadir. Sorak penonton, tepuk tangan, hingga semangat keluarga dan pendukung membuat suasana kompetisi terasa begitu hangat dan penuh energi positif.
“Day kedua ini benar-benar luar biasa. Kreativitas peserta makin eksploratif dan keberanian mereka dalam memadukan unsur tradisi dan modern sangat mengesankan,” ujar salah satu juri lomba J. Silitonga.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rusti Hutapea, M.Pd, juga menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para peserta.
“Hari ini kita melihat bagaimana Ulos dapat tampil dalam berbagai gaya yang kekinian tanpa kehilangan jati dirinya. Inilah bukti bahwa budaya dapat terus hidup melalui kreativitas generasi muda,” ujarnya.
Pelaksanaan Day 2 ini sekaligus membuka jalan menuju babak penentuan pemenang yang akan diumumkan pada akhir kegiatan. Pemerintah Kabupaten Toba berharap ajang ini menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi para desainer dan penjahit lokal.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi fashion, tetapi juga ruang promosi budaya, kreativitas, dan kebanggaan akan Ulos sebagai identitas Batak Toba. (Ds)



















