Media Sergap -->

Headline

Diduga Gudang Oplosan dan Penimbunan Beras Ilegal di Labuhan Deli, Wartawan dan Warga Sempat Dikunci

Diduga Gudang Oplosan dan Penimbunan Beras Ilegal di Labuhan Deli, Wartawan dan Warga Sempat Dikunci

DELI SERDANG, mediasergap.comDugaan praktik oplosan dan penimbunan beras skala besar ditemukan di Desa Manunggal Pasar X, Dusun 8, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2026). Lokasi tersebut disebut-sebut beroperasi di atas lahan bekas garapan tanpa mengantongi izin usaha yang sah.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, gudang tersebut diduga digunakan sebagai tempat pengoplosan sekaligus penimbunan beras dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut memicu kecurigaan warga karena diduga tidak memiliki izin operasional maupun izin prinsip sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan terkait izin usaha perdagangan.

Ketika Pihak Pemerintah Desa bersama sejumlah warga mendatangi lokasi untuk mempertanyakan kelengkapan izin usaha, Pemilik Gudang disebut langsung menunjukkan sikap tidak kooperatif. Bahkan, awak media yang berada di lokasi untuk melakukan peliputan dikabarkan dimarahi dan diminta meninggalkan tempat tersebut.

Situasi kemudian memanas dan sempat terjadi keributan verbal antara pihak pengelola gudang dengan warga serta awak media. Dalam insiden tersebut, sejumlah pekerja di gudang diduga mengunci pintu sehingga Warga dan Insan Pers tidak dapat keluar selama kurang lebih satu jam.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan mempertanyakan penanganan aparat terhadap dugaan aktivitas yang dinilai melanggar aturan tersebut.

Menurut keterangan warga, laporan mengenai dugaan kegiatan ilegal ini sempat disampaikan kepada Pihak Kepolisian di Polsek Labuhan. Namun warga mengaku heran karena mereka justru diminta untuk melakukan pemantauan hingga menangkap langsung pelaku jika ditemukan bukti.

“Kami jadi bingung, ini kan tugasnya Polisi. Kok malah warga yang disuruh menangkap. Kalau begitu apa tugas Polisi?” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap Aparat Penegak Hukum segera melakukan penyelidikan secara serius sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, mengingat dugaan praktik penimbunan dan oplosan beras dapat merugikan masyarakat serta melanggar ketentuan dalam Undang-Undang terkait izin usaha perdagangan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pihak Kepolisian maupun Pihak Pengelola Gudang terkait dugaan aktivitas tersebut. (Tim)

Perayaan Puncak HUT ke-27 Kabupaten Toba Berlangsung Meriah, Momentum Refleksi Menuju Toba Mantap 2029

Perayaan Puncak HUT ke-27 Kabupaten Toba Berlangsung Meriah, Momentum Refleksi Menuju Toba Mantap 2029

BALIGE, mediasergap.com Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba berlangsung meriah di Lapangan Venue Sisingamangaraja, Balige, Sabtu (14/3/2026). Berbagai rangkaian kegiatan digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan pembangunan Kabupaten Toba sejak berdiri hingga saat ini.

Acara diawali dengan ibadah syukuran yang dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol harapan dan doa bagi kemajuan Kabupaten Toba di masa mendatang.

Usai pelepasan balon, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan adat berupa Bulang-Bulang dari Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) kepada mantan Bupati Toba Samosir ke-3, Pandapotan Kasmin Simanjuntak bersama istri. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan dedikasinya selama memimpin Kabupaten Toba Samosir pada periode 2010–2015.

Momentum perayaan juga diisi dengan penyampaian ucapan selamat ulang tahun dari berbagai Tokoh, mulai dari Tokoh Masyarakat, Para Mantan Bupati dan Wakil Bupati, mantan Ketua DPRD Toba, anggota DPR RI, Kepala Daerah dari Kabupaten tetangga, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Pusat hingga unsur Forkopimda. Seluruhnya menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Toba semakin maju, sejahtera serta mampu mewujudkan visi Toba Mantap 2029 menuju Indonesia Emas 2045.

Di sela-sela rangkaian acara, masyarakat juga disuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya, seperti tortor tandok, tortor etnik Simalungun, tortor Forkala, hingga penampilan polisi cilik yang turut memeriahkan suasana perayaan.

Dalam sambutannya, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama istri Ny. Astita Effendi Napitupulu dan Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus bersama istri Ny. Riama Audi Murphy Sitorus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Kabupaten Toba.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar tumbuh rasa memiliki serta tanggung jawab bersama terhadap kemajuan daerah.

“Hari jadi ke-27 ini menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk melihat kembali perjalanan pembangunan yang telah dicapai, sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah ke depan. Kita patut bersyukur atas berbagai capaian di bidang infrastruktur, pendidikan, pariwisata dan pertanian,” ujar Bupati.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, merawat nilai-nilai budaya serta kearifan lokal, sekaligus memastikan pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan keberlanjutan bagi generasi mendatang.

“Mari kita bergerak bersama menuju Toba Mantap 2029,” ucap Bupati menutup sambutannya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ambulans dari Bank Sumut berupa kendaraan jenis Triton untuk Puskesmas Nassau serta ambulans bantuan Panitia Natal Nasional Tahun 2025 jenis Luxio untuk Puskesmas Parsoburan.

Selain itu, Anggota DPR RI Martin Manurung juga menyerahkan bantuan alat pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Toba yang selanjutnya akan disalurkan kepada para petani. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Toba dengan Bank Sumut serta anggota DPR RI.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penyerahan piala kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar dalam rangkaian HUT Kabupaten Toba. Kegiatan kemudian ditutup dengan devile dari seluruh kecamatan yang menampilkan hasil bumi, produk UMKM serta berbagai potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Toba. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Memanusiakan Manusia! Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Padang Lawas Berbagi Takjil ke Tahanan

Memanusiakan Manusia! Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Padang Lawas Berbagi Takjil ke Tahanan

PALAS, mediasergap.com - Bulan suci Ramadhan dijadikan momen penting bagi Kasat Reskrim dan Kasat Intel Polres Padang Lawas. Didampingi Pamapta, keduanya berbagi takjil kepada para tahanan pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sebelumnya rutin dilaksanakan oleh Kasat Reskrim saat bertugas di tempat sebelumnya.

Memanusiakan manusia, itulah yang diucapkan oleh Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansyah Sitorus. Menurutnya, jangan karena perbuatan, para tahanan tersebut langsung dikucilkan.

"Para tahanan ini juga manusia. Memang benar mereka bersalah, itulah perbuatannya. Namun, kita sesama manusia tidak boleh membencinya," kata AKP Irwansyah.

Menurutnya, kesalahan para tahanan ini sudah mulai ditebus dengan telah dipenjara saat ini. Oleh karena itu, mereka para tahanan ini tidak layak untuk dibenci.

"Kita berharap, kesalahan yang telah mereka (para tahanan) perbuat, bisa menjadi pembelajaran yang sangat besar. Kelak, ketika tahanan ini sudah dibebaskan, mereka bisa bertaubat," ujarnya.

Senada dengan Kasat Intel Polres Padang Lawas, Iptu Agung Swita Madiasta, dirinya juga menuturkan, para tahanan tidak untuk dibenci. Karena saat ini adalah proses pembayaran atas kelakuan yang telah mereka perbuat.

Dia berharap, kegiatan tersebut berkah dan bisa terus dilakukan setelah bulan suci ramadhan nantinya.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini berkah dan bisa menjadi amal untuk kita semua," tuturnya. (Rel)

(Sumber: ©Humas Polres Palas)

Inovatif! Program PEROLIS di Lapas Labuhan Bilik Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Inovatif! Program PEROLIS di Lapas Labuhan Bilik Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Labuhan Bilik, mediasergap.comLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Bilik terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai program pembinaan kemandirian yang inovatif dan bermanfaat. Salah satu program yang saat ini tengah dikembangkan adalah PEROLIS, sebuah kegiatan pembinaan yang berfokus pada pengolahan limbah bekas menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna.

Program PEROLIS dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Lapas Labuhan Bilik dalam memberikan keterampilan praktis kepada WBP selama menjalani masa pidana. Melalui kegiatan ini, warga binaan dilatih untuk memanfaatkan limbah bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang lebih bermanfaat. Inovasi ini tidak hanya memberikan pembelajaran teknis kepada WBP, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas serta kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian diberikan pelatihan secara bertahap mengenai proses pengolahan limbah hingga menjadi bahan bakar alternatif. Proses tersebut meliputi pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, hingga tahap akhir berupa hasil bahan bakar yang dapat dimanfaatkan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari petugas Lapas guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kepala Lapas Labuhan Bilik menyampaikan bahwa program PEROLIS merupakan salah satu bentuk inovasi pembinaan yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi WBP. Selain memberikan keterampilan baru, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir produktif dan kreatif di kalangan warga binaan.

“Melalui program PEROLIS ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh WBP ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan limbah secara bijak sehingga dapat memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Lebih lanjut, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Labuhan Bilik dalam mendukung upaya pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif. Dengan memanfaatkan limbah bekas sebagai bahan baku, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat.

Antusiasme para WBP yang mengikuti program ini juga terlihat cukup tinggi. Mereka mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh semangat dan ketertarikan, mengingat keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan di dalam Lapas.

Dengan hadirnya program PEROLIS, Lapas Labuhan Bilik tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan secara administratif, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi contoh praktik baik dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan, Lapas Labuhan Bilik berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang berkualitas bagi WBP, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Lapas Labuhan Bilik)

Lomba Solu Bolon Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Toba, Ribuan Penonton Padati Venue Balige

Lomba Solu Bolon Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Toba, Ribuan Penonton Padati Venue Balige

Balige, mediasergap.com Lomba dayung tradisional solu bolon menjadi salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat (12,13-Maret-2026), berlangsung meriah di venue Balige dan dipadati ratusan penonton yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan.

Meski hanya diikuti oleh 8 Tim dari Empat Kabupaten di kawasan Danau Toba, perlombaan ini tetap berlangsung kompetitif dan menarik. Adapun tim yang berpartisipasi berasal dari Kabupaten Samosir sebanyak 1 tim, Kabupaten Humbang Hasundutan 1 tim, Kabupaten Tapanuli Utara 2 tim, serta tuan rumah Kabupaten Toba yang mengirimkan 4 tim.

Panitia pelaksana lomba solu bolon, Jorotta Lumban Gaol, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 10 tim yang mendaftar, namun hanya 8 tim yang melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti pertandingan.

“Peserta yang mendaftar ada 10 tim, tetapi yang mendaftar ulang hanya 8 tim. Jadi yang bertanding sebanyak 8 tim,” ujarnya.

Sejak perlombaan dimulai pada Kamis siang, ratusan penonton telah memadati area venue untuk menyaksikan lomba dayung tradisional tersebut. Sorak-sorai penonton terus menggema sepanjang perlombaan, memberi semangat kepada tim favorit mereka hingga mencapai garis finis. Meski harus berdesakan dan berada di bawah terik matahari, antusiasme masyarakat tidak surut untuk memberikan dukungan.

Partai final lomba solu bolon mempertemukan tiga tim terbaik, yakni satu tim dari Kabupaten Samosir dan dua tim dari Kabupaten Tapanuli Utara. Setelah melalui persaingan yang ketat, tim dari Kabupaten Samosir berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara dua tim dari Kabupaten Tapanuli Utara masing-masing meraih posisi juara kedua dan ketiga.

Jorotta Lumban Gaol menambahkan, setiap tim dalam perlombaan ini terdiri dari 12 orang, yakni 10 orang pendayung, satu helver, dan satu navigator yang bertugas mengatur arah serta ritme dayungan.

“Setiap tim berjumlah 12 orang, terdiri dari 10 pendayung, satu helver, dan satu navigator,” jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya masyarakat kawasan Danau Toba sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Ratusan Umat Katolik Paroki Aek Nabara Datangi BNI Rantauprapat, Pertanyakan Hilangnya Dana Gereja

Ratusan Umat Katolik Paroki Aek Nabara Datangi BNI Rantauprapat, Pertanyakan Hilangnya Dana Gereja

RANTAUPRAPAT, mediasergap.comRatusan umat Katolik dari Paroki Aek Nabara mendatangi kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rantauprapat untuk mempertanyakan hilangnya Dana Gereja yang disimpan di rekening Bank tersebut, yang disebut mencapai sekitar ± Rp.28,5 miliar.

Kedatangan umat Katolik tersebut merupakan bentuk protes sekaligus tuntutan agar Pihak Bank memberikan penjelasan terkait dugaan hilangnya dana kas gereja serta tabungan umat yang selama ini disimpan melalui rekening gereja.

Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar karena jumlah umat yang hadir cukup banyak. Mereka berharap Pihak Bank dapat segera memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai keberadaan dana yang diduga hilang dari rekening Paroki Aek Nabara.

Sejumlah perwakilan umat menyampaikan bahwa dana yang dipersoalkan merupakan gabungan dari kas gereja dan tabungan umat Katolik yang selama ini dipercayakan untuk dikelola melalui rekening gereja.

“Kami datang untuk meminta kejelasan terkait dana gereja dan tabungan umat yang jumlahnya sangat besar. Kami berharap ada penjelasan resmi dari Pihak Bank,” ujar salah satu perwakilan umat.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait keamanan dana yang disimpan di perbankan. Umat berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara transparan dan bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Negara Indonesia Cabang Rantauprapat belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait dugaan hilangnya dana tersebut.

Umat Paroki Aek Nabara berharap Pihak Bank segera melakukan penelusuran dan memberikan kepastian mengenai keberadaan dana yang dimaksud agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan tetap terjaga. (Tim)

Bupati dan Wakil Bupati Toba Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kejari Toba, Perkuat Silaturahmi Forkopimda

Bupati dan Wakil Bupati Toba Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kejari Toba, Perkuat Silaturahmi Forkopimda

Balige, mediasergap.comBupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toba bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Kejaksaan Negeri Toba yang digelar di pelataran kantor Kejari Toba, Kamis (12/3/2026).

Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, pihak Kejaksaan Negeri Toba terlebih dahulu menyerahkan bantuan berupa paket sembako serta santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Effendi Sintong P. Napitupulu didampingi Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus, Kapolres Toba Vinsensius Jimmy Parapaga, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, serta Karutan Balige Nikolas, menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh keluarga besar Kejari Toba yang menjalankannya.

Bupati Toba berharap kegiatan buka puasa bersama tersebut dapat semakin mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antar unsur Forkopimda dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami percaya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan silaturahmi dan memperkuat koordinasi di antara Forkopimda. Harapan kami, Bapak Kajari beserta seluruh jajaran tetap semangat, baik dalam menjalankan ibadah puasa maupun dalam melaksanakan tugas,” ujar Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Toba juga mengundang Kepala Kejaksaan Negeri Toba beserta seluruh jajaran untuk menghadiri acara puncak perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang di venue Balige.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Toba, Muslih, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Toba bersama jajaran Forkopimda dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran Forkopimda. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat hal yang kurang berkenan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Toba. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Puluhan Pelajar Ikuti Lomba Tenun Sirat Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Toba

Puluhan Pelajar Ikuti Lomba Tenun Sirat Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Toba

Balige, mediasergap.comSebanyak 60 pelajar mengikuti Lomba Tenun Sirat Tojuk Tingkat Pelajar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba. Kegiatan ini digelar pada Jumat (13/3/2026) di Lapangan Venue, Balige, dan menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya daerah sejak usia muda.

Para peserta berasal dari dua kecamatan yang dikenal sebagai sentra pengrajin tenun sirat di Kabupaten Toba, yakni Kecamatan Sigumpar dan Kecamatan Silaen. Kedua wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai “sarang” pengrajin tenun sirat yang terus menjaga tradisi tenun turun-temurun.

Pada pembukaan kegiatan, Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Astita Effendi Napitupulu, menyampaikan apresiasi kepada para peserta, orang tua, serta para camat yang telah mendukung dan menghadiri lomba tersebut untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Toba.

Ia menegaskan bahwa seni tenun sirat merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan harus terus dijaga kelestariannya oleh generasi muda.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus melestarikan dan mempertahankan warisan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Astita Effendi Napitupulu menyampaikan bahwa Dekranasda Kabupaten Toba akan terus berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Toba guna mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik untuk melanjutkan tradisi menenun di berbagai kecamatan di Kabupaten Toba.

Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan potensi Kabupaten Toba sebagai daerah tujuan wisata di kawasan Danau Toba. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung dapat membawa pulang oleh-oleh khas berupa karya tenun hasil kreativitas putra-putri terbaik daerah.

“Kabupaten Toba merupakan salah satu daerah tujuan wisata. Kita berharap wisatawan dapat memperoleh oleh-oleh khas berupa hasil karya terbaik dari generasi muda Toba,” pungkasnya. (Ds)

(Sumber: ©MC Toba)

Kapolres Binjai Buka Puasa Bersama Pejabat Utama, Jelang Pergeseran Pasukan Ops Ketupat Toba 2026

Kapolres Binjai Buka Puasa Bersama Pejabat Utama, Jelang Pergeseran Pasukan Ops Ketupat Toba 2026

BINJAI, mediasergap.com - Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Binjai Ny. Ita Mirzal, melaksanakan acara buka puasa bersama para pejabat utama (PJU) polres Binjai, Rabu (11/03/2026).

Acara buka puasa bersama ini dilaksanakan bukan merupakan acara yang spesial, numun dibuat untuk mensyukuri nikmat Allah Yang Maha Kuasa atas kesehatan yang diberikan., ucap AKBP Mirzal.

Kesempatan ini bukan sekedar berbuka puasa bersama namun berupa kebersamaan dan soliditas para PJU untuk mendoakan agar kegiatan Operasi Ketupat Toba 2026 diwilayah hukum polres Binjai dapat terlaksana dengan baik serta situasi kamtibmas tetap kondusif. ujar Kapolres Binjai. (Roni K)

(Sumber: ©Humas Res Binjai)

Wartawan Soroti Pembatasan Peliputan pada Acara Buka Puasa Bersama di Polda Sumut

Wartawan Soroti Pembatasan Peliputan pada Acara Buka Puasa Bersama di Polda Sumut

MEDAN, mediasergap.comSejumlah wartawan menyayangkan adanya pembatasan terhadap media yang hendak meliput kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Aula Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Kamis (12/03/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan tersebut awalnya disebut sebagai ajang silaturahmi dan buka puasa bersama dengan wartawan. Namun, di lapangan sejumlah awak media mengaku tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut karena hanya media tertentu yang tercantum dalam daftar undangan yang diperbolehkan masuk.

Beberapa wartawan yang hendak memasuki lokasi kegiatan mengaku sempat dihentikan oleh Petugas yang berjaga di meja registrasi. Mereka diminta menunjukkan nama media yang terdaftar dalam daftar undangan sebelum diizinkan mengikuti kegiatan tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai pembatasan tersebut, salah satu Staf Humas yang disebut bernama Fajar menyampaikan bahwa hanya media yang tercantum dalam daftar undangan yang dapat menghadiri dan meliput acara tersebut.

“Yang diperbolehkan masuk hanya media yang namanya ada dalam daftar undangan,” ujarnya singkat.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah wartawan yang datang untuk meliput kegiatan tersebut namun tidak dapat memasuki lokasi acara. Mereka menilai kegiatan yang disebut sebagai ajang silaturahmi dengan wartawan seharusnya dapat diikuti secara terbuka oleh Insan Pers tanpa pembatasan tertentu.

Menurut sejumlah wartawan, Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan ke depan tidak terjadi pembatasan terhadap media, terutama pada kegiatan yang berkaitan dengan hubungan Kemitraan antara Institusi dan Insan Pers.

Para wartawan juga berharap hubungan antara aparat kepolisian dan media dapat terus terjalin dengan baik melalui keterbukaan informasi dan komunikasi yang lebih inklusif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara terkait alasan pembatasan media dalam kegiatan tersebut. (Roni K)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport