Media Sergap -->


Headline

Gelombang Kekecewaan Muncul, FMP3 Sebut DPRD Garut Abaikan Aspirasi Soal Proyek Mangkrak dan Jalan Rusak

Garut (Jabar) mediasergap.com -  Forum Masyarakat Pemerhati Pembangunan dan Pertanian (FMP3) Garut Selatan menyatakan kekecewaan mendalam sekaligus mengecam keras sikap DPRD Kabupaten Garut yang menunda audiensi terkait persoalan pembangunan infrastruktur di wilayah Garut Selatan dengan alasan pimpinan dan anggota dewan sedang melaksanakan dinas luar." Rabu 10 Juni 2026

Audiensi yang sebelumnya telah diajukan dan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, bertujuan menyampaikan berbagai substansi pokok persoalan pembangunan infrastruktur di Garut Selatan. Mulai dari dugaan proyek siluman, proses lelang yang dinilai tidak transparan, kualitas pekerjaan yang rendah, hingga minimnya mitigasi bencana pada sejumlah proyek pemerintah.

Namun hingga menjelang pelaksanaan audiensi, FMP3 mengaku belum menerima jawaban resmi mengenai kesiapan DPRD Kabupaten Garut untuk menerima aspirasi masyarakat tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima dari Sekretariat DPRD Kabupaten Garut, penundaan terjadi karena pimpinan dan anggota DPRD sedang berada di luar daerah dalam rangka tugas dinas.

Ketua FMP3 Garut Selatan, Miftah Hussalam, menyampaikan bahwa alasan tersebut sangat disayangkan mengingat kondisi infrastruktur di Garut Selatan sudah berada pada tahap yang memerlukan perhatian serius dan tindakan cepat.

"Kami sangat menyayangkan prioritas DPRD Kabupaten Garut. Persoalan infrastruktur di Garut Selatan bukan masalah biasa, melainkan kondisi darurat yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, khususnya petani, nelayan, pelaku usaha kecil, dan warga pelosok yang setiap hari merasakan dampak buruk pembangunan yang tidak maksimal," tegas Miftah.

Menurutnya, masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, jaringan irigasi yang tidak berfungsi optimal, serta sejumlah jembatan yang pembangunannya dinilai lamban bahkan terkesan mangkrak.

"Seharusnya persoalan seperti ini menjadi prioritas utama untuk segera didengar langsung oleh DPRD sebagai representasi rakyat. Jangan sampai alasan dinas luar dijadikan pembenaran untuk menunda penyampaian aspirasi masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu solusi nyata," ujarnya.

Lebih lanjut, Miftah menegaskan bahwa fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat merupakan amanat konstitusi yang melekat pada lembaga legislatif.

"Dinas luar tidak boleh menjadi alasan untuk menutup pintu aspirasi rakyat. DPRD memiliki mekanisme kelembagaan yang memungkinkan adanya pelaksana tugas ataupun penjadwalan ulang yang cepat dan pasti. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan oleh wakil yang mereka pilih sendiri," tambahnya.

Sementara itu, Sekjen FMP3 Garut Selatan, Jajan Nurjaman (Ceng H. Djanu), mendesak DPRD Kabupaten Garut melalui Sekretariat Dewan untuk segera memberikan kepastian jadwal audiensi pengganti.

"Kami meminta jawaban resmi dan kepastian jadwal audiensi baru paling lambat 3 x 24 jam sejak pernyataan ini disampaikan. Masyarakat Garut Selatan sudah terlalu lama menunggu kejelasan dan perhatian terhadap berbagai persoalan pembangunan yang terjadi di wilayahnya," katanya.

Ia menegaskan bahwa audiensi yang diajukan FMP3 bukanlah agenda seremonial semata, melainkan forum resmi untuk menyampaikan berbagai data dan temuan lapangan yang telah dihimpun selama ini.

"Kami datang bukan untuk mencari panggung. Kami membawa data, foto, dokumentasi lapangan, serta kesaksian warga terkait dugaan penyimpangan anggaran, proyek yang dikerjakan asal jadi, kualitas pembangunan yang buruk, serta lemahnya pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat. Ini adalah bentuk partisipasi publik yang dijamin undang-undang. Mengabaikannya sama saja dengan mengabaikan penderitaan masyarakat," tegasnya.

Di tempat terpisah, Humas FMP3 Garut Selatan, Hendi Heryana, turut angkat bicara dan mengecam keras sikap DPRD Kabupaten Garut yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam merespons aspirasi masyarakat Garut Selatan.

"Kami sangat kecewa. DPRD Garut seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendengar dan memperjuangkan suara rakyat. Ketika masyarakat datang membawa persoalan nyata yang terjadi di lapangan, seharusnya mereka membuka ruang dialog, bukan justru memberikan kesan bahwa aspirasi masyarakat bisa ditunda begitu saja," ujar Hendi.

Menurutnya, FMP3 akan terus mengawal persoalan ini hingga mendapatkan kejelasan dan tindak lanjut yang konkret dari pihak terkait.

"Jika tidak ada itikad baik dari DPRD Kabupaten Garut untuk segera menjadwalkan ulang audiensi dan mendengarkan aspirasi masyarakat, maka FMP3 siap menempuh berbagai langkah lanjutan, termasuk mengajukan audiensi kepada Bupati Garut, melakukan aksi massa secara terbuka, hingga menyampaikan laporan resmi kepada Ombudsman Republik Indonesia dan Aparat Penegak Hukum (APH)," tegasnya.

FMP3 menilai bahwa pembangunan yang tidak diawasi secara ketat oleh masyarakat berpotensi menimbulkan berbagai penyimpangan dan merugikan kepentingan publik.

"Pembangunan tanpa pengawasan rakyat hanya akan menjadi bancakan bagi pihak-pihak tertentu. DPRD Garut harus membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat, bukan berlindung di balik alasan administratif. Rakyat Garut Selatan membutuhkan solusi, bukan alasan," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pengganti audiensi yang diajukan oleh FMP3 Garut Selatan. (Rel)

Apa Motif ASN Merangkap Jabatan Sebagai Anggota BPD?

Pandeglang (Banten) mediasergap.comFenomena Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merangkap jabatan menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait alasan dan motif di balik langkah tersebut.

‎Ayut, Sekretaris Dewan Perwakilan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC-PPWI) Pandeglang sekaligus Pimpinan Redaksi media suararakyat21.com, menanggapi fenomena ini dengan menyoroti aspek aturan dan kepentingan.

‎"Kejadian seperti ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Secara regulasi, terdapat ketentuan yang mengatur larangan rangkap jabatan bagi ASN agar tidak terjadi benturan kepentingan. Namun, di lapangan masih ditemukan kasus serupa," ujar Ayut.

‎Menurut pengamatannya, terdapat beberapa dugaan motif yang sering menjadi sorotan publik:

  • Motif Ekonomi: Tambahan penghasilan atau tunjangan yang diterima selain gaji pokok sebagai ASN
  • Motif Politik dan Pengaruh: Memperluas jaringan sosial dan politik di tingkat desa, yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok
  • Motif Pengabdian (versi pembelaan): Sebagian pihak mengaku ingin berkontribusi langsung membangun desa, meski argumen ini sering dipertanyakan konsistensinya dengan tugas utama ASN

‎Ayut menegaskan bahwa meski niat pengabdian bisa dimengerti, aturan kepegawaian dan otonomi desa harus tetap dijunjung tinggi. "BPD adalah lembaga perwakilan masyarakat desa. Jika diisi oleh ASN, dikhawatirkan independensinya dalam mengawasi kepala desa bisa terganggu karena posisinya yang berada di bawah struktur pemerintahan yang lebih tinggi," tambahnya.

‎Sementara itu, salah satu ASN berstatus PPPK yang bekerja sebagai tenaga pendidik disalah satu sekola dasar negri (SDN) dinas pendidikan kabupaten Pandeglang,  berinisial D yang merangkap jabatan sebagai anggota BPD memberikan tanggapan berbeda. Saat berbincang santai sambil menyeruput kopi hitam pekat dari cangkir bercorak merah, ia menyampaikan pendapatnya.

‎"Kalau misalkan ada larangan tegas dari pemerintah daerah, kami jelas akan memilih tetap bekerja sebagai ASN. Tapi sampai saat ini belum ada peraturan resmi yang melarang ASN menjabat di BPD," ujarnya sambil tersenyum. Ia juga sempat bercanda, "Kemungkinan juga karena Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai BPD ini sempat digunakan sebagai jaminan pinjaman di BPR," ucapnya sambil tertawa menghangatkan suasana.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi kepegawaian daerah terkait kejelasan aturan mengenai rangkap jabatan ini. Masyarakat menunggu kepastian agar tidak menimbulkan multitafsir dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. (Rel)

Kapolres Binjai Dukung Investasi Produktif Melalui Pembangunan PT Natural Tirta Segar di Langkat

Langkat (Sumut) mediasergap.com Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., didampingi Kabag Ops Polres Binjai KOMPOL Kusnadi serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan PT Natural Tirta Segar (NTS) di Dusun VII Kutambaru, Desa Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (09/06/2026).

Kehadiran Kapolres Binjai beserta rombongan disambut langsung oleh jajaran manajemen PT Natural Tirta Segar dan para tamu undangan yang hadir. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembangunan perusahaan yang bergerak di bidang produksi air minum dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, perwakilan PT Natural Tirta Segar, Ricky Tyahyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan perusahaan. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga keberadaan PT Natural Tirta Segar nantinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, baik melalui peningkatan aktivitas ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja baru.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Besar harapan kami pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan kehadiran perusahaan nantinya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polres Binjai untuk turut hadir dalam momentum penting tersebut. Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, hadirnya investasi baru merupakan langkah positif yang perlu didukung bersama. Kehadiran PT Natural Tirta Segar diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Langkat dan Sumatera Utara,” ungkap Kapolres.

Usai penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya pembangunan perusahaan. Prosesi tersebut juga menjadi simbol terjalinnya sinergi yang baik antara dunia usaha, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan bersama oleh Kapolres Binjai, jajaran manajemen PT Natural Tirta Segar, serta para tamu undangan. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan sekaligus komitmen bersama dalam mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan optimisme dan semangat kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui pembangunan PT Natural Tirta Segar, diharapkan akan tercipta peluang kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Langkat. Kehadiran investasi ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan aparat keamanan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (Roni K)

(Sumber: Humas Polres Binjai)

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Wali Kota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementrian Hukum RI

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas komitmen tinggi dalam mendukung kemudahan akses pelayanan hukum bagi masyarakat.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., dan disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Momentum ini berlangsung dalam rangkaian acara Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan se-Provinsi Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (10/06/2026).

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, dalam arahannya menekankan bahwa kehadiran Posbankum di tingkat desa dan kelurahan merupakan pilar penting dalam mewujudkan kesetaraan di mata hukum.

“Pos Bantuan Hukum ini bukan hanya simbol, tetapi wadah nyata untuk memberikan dukungan hukum kepada masyarakat desa dan kelurahan. Kita harus memperkuat sistem hukum, melatih para legal, dan memastikan regulasi berjalan cepat serta efektif,” tegas Menkum RI.

Lebih lanjut, Menkum RI menggarisbawahi bahwa arah hukum moderen saat ini lebih mengedepankan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice). Menurutnya, esensi utama hukum bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan memulihkan situasi sosial masyarakat dan merajut kembali tali persaudaraan di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya pemberian hukuman ke pelaku, tetapi pemulihan situasi sosial sehingga bisa merajut kembali persaudaraan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan kesiapan seluruh desa di Sumatera Utara untuk mengadopsi teknologi guna mengoptimalkan program ini.

“Kita menghadapi tantangan hukum dan ekonomi yang kompleks. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting. Saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyelesaikan masalah di tingkat desa demi keadilan sosial dan kesejahteraan bersama,” ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Merespons penghargaan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Pemko Tebing Tinggi dan menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta mendukung program strategis pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia.

“Kami di Tebing Tinggi siap bersinergi penuh dengan pemerintah pusat dan provinsi. Kehadiran Posbankum ini akan menjadi sarana strategis bagi masyarakat untuk mendapatkan pendampingan hukum yang adil dan transparan. Ini bukti keseriusan kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik," ungkap Wali Kota Iman Irdian Saragih.

Wali Kota berharap, lewat optimalisasi Posbankum, kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum dan kehadiran pemerintah dapat semakin diperkuat.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan serupa juga diserahkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara yang telah menunjukkan komitmen serupa dalam mendirikan Posbankum di wilayah masing-masing.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Min Usihen, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda Sumut, para bupati/wali kota se-Sumut, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumut Ignatius Silalahi.

Sementara dari jajaran Pemko Tebing Tinggi, tampak hadir mendampingi Wali Kota di antaranya Kepala Dinas P3APM Syah Irwan, Kepala Bagian Hukum Moch. Ilham, Kepala Bagian Prokopim Setdako Faisal Ahmad, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Samosir Siap Jadi Sentra Bawang Putih, Kapolda Sumut Tinjau Lokasi Pengembangan

Samosir (Sumut) mediasergap.com Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, ST bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., meninjau lokasi penanaman bawang putih di Dusun II Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman bawang putih yang telah ditanam pada 2 Mei 2026 lalu bersama Kelompok Tani Santo Adrianus dan Kelompok Tani Lamtama. Kedua kelompok tani tersebut merupakan penerima bantuan bibit bawang putih dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, mengatakan bahwa pengembangan bawang putih merupakan langkah strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas pangan.

“Penanaman bawang putih ini merupakan usaha nyata menuju swasembada pangan nasional untuk mengurangi impor pangan. Saat ini kebutuhan bawang putih nasional masih banyak dipenuhi dari impor. Dengan produktivitas minimal 15 ton per hektare, hasil yang diperoleh sudah sangat baik. Karena itu, ketersediaan pupuk dan air harus dipastikan agar produksi dapat optimal,” ujar Kapolda.

Selain bawang putih, Kapolda juga menyoroti komoditas kedelai yang menjadi perhatian Pemerintah agar ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kebijakan negara harus kita dukung bersama. Polri siap membantu dan mendukung program swasembada pangan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kapolda Sumatera Utara terhadap sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kepolisian Republik Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Sumut atas perhatian dan dukungannya terhadap sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk melalui rencana pembangunan gudang pangan di Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa produktivitas bawang putih di Kabupaten Samosir berpotensi mencapai 20 ton per hektare. Varietas yang saat ini dikembangkan adalah Sangga Sembalun, varietas unggul nasional asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

“Varietas Sangga Sembalun memiliki potensi hasil yang tinggi dan sangat cocok dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi bawang putih di Kabupaten Samosir,” jelasnya.

Komitmen Pemerintah Pusat dalam mendukung Kabupaten Samosir sebagai sentra pengembangan bawang putih juga terus ditunjukkan melalui berbagai bantuan. Kementerian Pertanian RI telah menyalurkan sebanyak 16 ton bibit bawang putih untuk lahan seluas 20 hektare serta 10 unit traktor kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang secara khusus diperuntukkan bagi pengembangan komoditas bawang putih.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Samosir AKBP Sry Nirwana Tarigan, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir Immanuel T.P. Sitanggang, Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar, serta unsur terkait lainnya.

Melalui pengembangan bawang putih yang didukung pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kepolisian, Kabupaten Samosir diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penopang terwujudnya swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Versi ini lebih sesuai untuk publikasi di website pemerintah, media massa, maupun siaran pers resmi karena memiliki struktur berita yang lebih kuat, alur yang jelas, dan penekanan pada nilai strategis program swasembada pangan. (D/Smart)

Bid Humas Polda Kaltim Angkat Kiprah Polwan Berprestasi Dalam Talkshow NGOPI di Balikpapan TV

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.com - Bid Humas Polda Kaltim kembali menggelar program Talkshow Ngobrol Pintar (NGOPI) yang berlangsung di Studio Balikpapan TV, Rabu (10/06/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai informasi dan inspirasi kepada masyarakat terkait kinerja serta prestasi personel Polri.

Pada edisi kali ini, tema yang diangkat adalah "Polwan Berprestasi Pemenang Kejuaraan Judo", dengan menghadirkan dua atlet judo Polwan Polda Kaltim yang berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang diselenggarakan di GOR Segiri, Samarinda.

Kedua narasumber yang hadir yakni Brigpol Ernyta Yunus, A.Md dari Biro SDM Polda Kaltim dan Bripda Sintikhe Ordlhen dari Ditsamapta Polda Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, keduanya berbagi pengalaman mengenai proses latihan, tantangan yang dihadapi selama persiapan, hingga motivasi yang mendorong mereka untuk terus berprestasi di bidang olahraga bela diri.

Brigpol Ernyta Yunus berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Juara 3 Judo Polri Kelas -78 Kg Putri, Juara 2 Judo Beregu Campuran, serta Juara 3 Judo Umum Kelas -78 Kg Putri. Sementara itu, Bripda Sintikhe Ordlhen sukses meraih Juara 2 Judo Beregu Campuran dan Juara 3 Judo Kelas -78 Kg Putri.


Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa pembagian kategori pertandingan judo dilakukan berdasarkan kelas berat badan yang disusun secara proporsional sesuai jenis kelamin dan kelompok kompetisi. Sistem tersebut diterapkan guna menciptakan persaingan yang adil sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.

Melalui talkshow ini, Bid Humas Polda Kaltim berharap masyarakat dapat lebih mengenal sosok-sosok Polwan yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu mengharumkan nama institusi melalui berbagai prestasi di bidang olahraga.

Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 sendiri diharapkan dapat terus menjadi sarana pembinaan atlet yang berkesinambungan, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

Selain itu, ajang tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, kerja keras, dan profesionalisme sebagai bekal dalam membangun generasi atlet yang unggul di masa depan. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: Humas Polda Kaltim)

Dit Binmas Polda Kaltim Jalin Silaturahmi dengan Komunitas Ojek Online, Tampung Aspirasi Terkait Balap Liar

Balikpapan (Kaltim) mediasergap.com - Dit Binmas Polda Kaltim terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan dialog kamtibmas. Salah satunya dilakukan bersama para pengemudi ojek online (ojol) di Warung Ojol Kamtibmas wilayah Polda Kaltim, Selasa (09/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Dit Binmas Polda Kaltim menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para pengemudi ojol. 

Personel mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Selain memberikan imbauan kamtibmas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat. Para pengemudi ojol menyambut baik kesempatan berdialog langsung dengan kepolisian dan menyampaikan berbagai informasi yang berkembang di lapangan.

Salah satu pengemudi ojol mengungkapkan bahwa aksi balap liar masih kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan. Aktivitas tersebut dinilai meresahkan masyarakat karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, personel Dit Binmas Polda Kaltim menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan. Masukan dari masyarakat tersebut akan menjadi bahan koordinasi dengan satuan fungsi terkait guna dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang diperlukan.

Melalui kegiatan silaturahmi seperti ini, Dit Binmas Polda Kaltim berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sehingga berbagai permasalahan kamtibmas dapat diidentifikasi serta diselesaikan secara bersama-sama demi terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur. (Muh Fahrul Ikhsan)

(Sumber: Humas Polda Kaltim)

Perbakin Binjai Gelar Latihan Menembak, Tingkatkan Kebersamaan Forkopimda

Binjai (Sumut) mediasergap.comKapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengikuti kegiatan latihan menembak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai yang digelar oleh Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Binjai di Lapangan Tembak Arhanud II/WBY, Jalan Ikan Arwana, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan menembak sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dan sinergitas antarunsur Forkopimda serta instansi terkait di Kota Binjai.

Kapolres Binjai hadir didampingi Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Nasution, S.H., M.H., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai. Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua Harian Perbakin Kota Binjai, Dodi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan latihan menembak ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan menggunakan senjata api, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan di antara para pemangku kepentingan di Kota Binjai.

“Melalui kegiatan ini, selain mengasah kemampuan menembak, kita juga memperkuat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik antarinstansi,” ujarnya.

Sesi latihan menembak diawali dengan partisipasi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kajari Binjai Iwan Setiawan, Kadis Kesehatan Kota Binjai dr. Sugianto, Sp., M.Pd., Danyon Arhanud II/WBY Letkol Arh Wahyu Hidayat, S.H., M.Tr.Han., Wakapolres Binjai, Kalapas Binjai M. Mukaffi, serta Kepala BPBD Kota Binjai Rudi Iskandar Baroes.

Pada sesi berikutnya, Kapolres Binjai turut menunjukkan keterampilan menembaknya bersama para peserta lainnya. Berdasarkan hasil penilaian sasaran tembak, Kapolres Binjai berhasil meraih nilai tertinggi, menunjukkan kemampuan dan ketepatan yang baik dalam latihan tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Para peserta mengapresiasi Perbakin Kota Binjai atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai positif dan bermanfaat tersebut. Mereka berharap latihan menembak bersama Forkopimda dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana meningkatkan kompetensi sekaligus mempererat kebersamaan.

Sebagai penutup kegiatan, Perbakin Kota Binjai menyerahkan cendera mata kepada Danyon Arhanud II/WBY sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan latihan menembak bersama tersebut. (Roni K)

(Sumber: © Humas Polres Binjai)


Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Laju Inflasi, Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah di Kelurahan Mekar Sentosa

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terus bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis demi menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi. Salah satu aksi konkret yang dilakukan adalah melalui Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Selasa (09/06/2026).

Aksi tanam serentak ini diintegrasikan dengan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tebing Tinggi sebagai upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, dalam arahannya menegaskan bahwa Pemko Tebing Tinggi terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, termasuk komoditas bawang merah yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi.

“Melalui TPID, Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan harga pasar serta melaksanakan berbagai langkah preventif dan korektif guna mengendalikan inflasi. Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi,” ujar Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan nyata berupa bantuan sarana budidaya bawang merah kepada para petani lokal.

"Kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan kelompok tani harus terus diperkuat agar program pengendalian inflasi ini berdampak jangka panjang dan berkelanjutan," tambahnya sembari memotivasi para petani agar semakin produktif mengembangkan budidaya bawang merah maupun komoditas hortikultura lainnya sehingga mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebing Tinggi, Iboy Hutapea, melaporkan bahwa Kelurahan Mekar Sentosa merupakan salah satu sentra pertanian yang tidak hanya mengembangkan bawang merah, tetapi juga padi sawah, cabai merah, serta berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, timun dan kacang panjang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada musim tanam kali ini, luas areal persawahan yang telah ditanami mencapai 791 hektare. Sementara itu, untuk Gerakan Tanam Serentak Bawang Merah kali ini memanfaatkan lahan produktif seluas dua hektare milik Kelompok Tani Sumber Rezeki.

“Melalui kegiatan ini diharapkan minat petani untuk membudidayakan bawang merah semakin meningkat. Dengan harga jual yang masih cukup baik di tingkat petani, komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Iboy Hutapea.

Menurutnya, tingginya biaya produksi, terutama untuk pengadaan bibit, pupuk, pestisida dan sarana produksi lainnya, menjadi tantangan yang dihadapi petani. Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, sangat dibutuhkan guna membantu keberlanjutan usaha tani bawang merah di Kota Tebing Tinggi.

Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Tutut Tiana, mengatakan Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program pengendalian inflasi di daerah. Selama ini, kerja sama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah dilakukan melalui sejumlah program, seperti pengembangan kelompok tani cabai merah, peluncuran Toko Pemantau Inflasi (Topis), hingga pelatihan sistem peringatan dini (early warning system) untuk pemantauan harga pangan.

“Inflasi yang terkendali sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Bank Indonesia terus mendukung berbagai program pengendalian inflasi, termasuk melalui subsidi ongkos angkut komoditas pangan dan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga. Mengingat keterbatasan lahan pertanian di Kota Tebing Tinggi, diperlukan strategi penguatan pasokan melalui perdagangan antarwilayah agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga tetap stabil,” terang Tutut Tiana.

Pada momentum tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi turut menyerahkan bantuan stimulan berupa bibit cabai merah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kepada para petani. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang merah secara simbolis oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, perangkat daerah serta para petani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Erwin Suheri Damanik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Marimbun Marpaung, Kepala Satpol PP Benny Erikson Hamonangan Hutajulu, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Kabag Perekonomian dan SDA Safaruddin, Kepala BPS Tebing Tinggi Azantaro, serta para kelompok tani di Kecamatan Rambutan. (Ajs)

Akselerasi Transformasi Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis

Tebing Tinggi (Sumut) mediasergap.com - Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terus mematangkan langkah transformasi digital guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memodernisasi pelayanan publik. Hal ini menjadi fokus utama Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih dalam audiensi jajaran pimpinan PT Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi di Ruang Utama Lantai 4 Balai Kota, Selasa (09/06/2026).

Pertemuan ini juga sekaligus menjadi momen pisah sambut pimpinan Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi, dari pejabat lama Muhammad Fadil kepada pimpinan baru, Chairul Amin Pane.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan Bank Sumut sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Fokus utama kolaborasi ke depan adalah penerapan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Dinamis yang dijadwalkan meluncur (launching) pada 1 Juli mendatang.

"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas layanan perbankan konvensional, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor perbankan adalah kunci. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan Tebing Tinggi yang maju dan sejahtera," ujar Wali Kota.

Sebagai langkah konkret, Bank Sumut memperkenalkan aplikasi e-pasar SUMUT Merchant yang terintegrasi dengan sistem QRIS Dinamis. Inovasi ini dirancang agar pembayaran retribusi pasar dan toko langsung tercatat secara otomatis dalam database, sehingga Dinas Perdagangan dapat memantau aktivitas pembayaran retribusi tanpa perlu melakukan verifikasi manual (cross-check).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tebing Tinggi, Sri Imbang, memaparkan bahwa penerapan QRIS Dinamis ini akan diadopsi secara bertahap oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada tahap awal, terdapat tiga sektor utama yang menjadi prioritas. Pertama, QRIS Pasar yang menjadi proyek percontohan (pioneer) pertama di Provinsi Sumatera Utara untuk digitalisasi retribusi pasar.

Kedua, QRISTO (QRIS Restoran), yang merupakan sistem pembayaran terpisah (split payment). Lewat sistem ini, hak pajak daerah milik Pemko dan hak pendapatan pemilik restoran akan otomatis terbagi saat transaksi terjadi. Uji coba perdana akan diterapkan di Rumah Makan Takari.

Ketiga, QRIS PBB yang memudahkan wajib pajak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara nontunai dan langsung terdata secara real-time, yang mana mulai 1 Juli masyarakat sudah bisa membayar PBB dengan QRIS dinamis sekaligus akan dilakukan launching. 

"Mudah-mudahan tiga program utama ini segera terealisasi, dan secara paralel diterapkan juga QRIS Parkir, QRIS Rusunawa, serta sektor lainnya," jelas Sri Imbang.

Pimpinan Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi periode sebelumnya, Muhammad Fadil, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan kemitraan yang solid dari Pemko Tebing Tinggi selama masa kepemimpinannya.

"Kami berterima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat di bawah kepemimpinan yang baru,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan baru Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi, Chairul Amin Pane, menekankan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan sinergi yang telah dibangun. 

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam berbagai program, khususnya mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi lokal,” tegas Chairul.

Audiensi ini juga menyinggung tantangan dalam mencapai target ekonomi daerah, termasuk perlunya dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan efektivitas program. Diskusi mencakup konektivitas pasar dengan sistem database pemerintah, transparansi perdagangan, serta pemanfaatan aplikasi digital untuk memudahkan pelacakan transaksi.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, jajaran manajemen Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi, serta Tim Peliputan Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi. (Ajs)

Peristiwa

Hukrim

Nasional

Daerah

Sport