-->






Asrama STT BMW Menciptakan Pemimpin Kristen Yang Alkitabiah, Ketua ST Esra Srimulyono: Pemerintah Harus Ikut Berperan Untuk Akses Kedalam dan Izin BPOM

Asrama STT BMW Menciptakan Pemimpin Kristen Yang Alkitabiah, Ketua ST Esra Srimulyono: Pemerintah Harus Ikut Berperan Untuk Akses Kedalam dan Izin BPOM


📆 Rabu, 24-Juli-2024_🕑 15.20 WIB

Medan - Sumut [mediasergap.com] ⚖️🇮🇩

Berdirinya STT BMW Medan sejak 2005 sejarahnya kampus ini dengan dirilis oleh 10 mahasiswa dahulu masih berupa seperti kandang ayam. Dengan renovasi dari 10 mahasiswa tersebut hingga Kampus ini layak jadi sebuah tempat untuk belajar mengajar menjadi sebuah asrama, dapur dan perpustakaan.

Saat wawancara pengurus STT BMW Esra Srimulyono menjelaskan lokasi sekolah kita berada didesa yang terletak di kecamatan Kutalimbaru pasar X, hingga masa Covid ada perkembangan penambahan lokal dan membangun sebuah aula dan asrama.

"Tahun 2005 disini dulu suasanya masih dingin ditambah adanya aktivitas 'ilegal looging' hingga cuaca sekarang menjadi panas, jalan yang masih rusak, sinyal yang belum ada, juga listrik hanya saat malam menyala,"ucapnya.

"Sampai tahun 2015 terjadi perubahan infrastruktur menuju lokasi ini, dan kehadiran kami disini berharap adanya kontribusi pengaruh memajukan desa yang berada disini.

Lanjutnya, juga untuk perkembangan sejak tahun 2005 hingga sekarang dan berkat arahan, bimbingan dan dukungan yayasan visi remaja sebagai payung pendiri sekolah kita ini cukup memberikan kontribusinya, terbukti dengan sudah berdirinya fisik bangunan, sarana prasarana, dan peningkatan mahasiswa dari setiap tahunnya," tegasnya.

"Ditambah dengan berbagai lulusan mahasiswa dari jurusan yang tersebar diberbagai daerah seperti sumatera utara, sumatera barat, Riau, bahkan sampai di Kalimantan barat, Sulawesi, Ambon, Mentawai, juga dengan adanya tambahan pendidik dan dosen yang mengalami peningkatan dengan adanya 8 staf dan dosen yang tinggal disini beserta mahasiswa yang aktif sebanyak 131 orang yang terdata dengan pendidikan selama 4 (empat) tahun.

"Besar harapan pemerintah dan stakeholder untuk terlibat membina mengarahkan sebagai warga negara berpartisipasi untuk kemajuan umat kristiani secara khusus karena lembaga ini juga melayani untuk gereja-gereja, juga sempat mengajukan untuk akses jalan kedalam namun dari pihak pemerintah belum ada tindak lanjutnya,"imbuhnya.

Disini juga ada pelajaran enterpreneur dari hasil produk mahasiswa seperti anggur berjaman Kudus, teh sere, teh kelor, kapsul kelor, dan aneka kue yang sampai sekarang pemerintah masih belum mendapatkan izin BPOM dimana agar bisa memudahkan mahasiswa memasarkan produk baik itu makanan, dan minumannya dan ada juga kerajinan 'home industri',"tutupnya. (Roni)

No comments:

Post a Comment

Berita Terkini